Minggu, 03 Mei 2026

Pemerintah Terus Dorong Terciptanya Wirausahawan Baru

Minggu, 02 Oktober 2016 05:40 WIB
Pemerintah Terus Dorong Terciptanya Wirausahawan Baru
BERITASUMUT.COM/IST
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona foto bersama dalam acara Launching Wirausaha East Indische Koffie dan Workshop Barista BBPK dan PKK Lembang, Sabtu (1/10/2016).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Keberadaan wirausahawan-wirausahawan baru sangat penting bagi Indonesia saat ini. Selain membantu pertumbuhan ekonomi nasional, keberadaan wirausahawan baru juga akan turut membuka lapangan kerja baru sebagai bagian dari perluasan kesempatan kerja. 
 
Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendorong tumbuh kembanganya wirausahawan baru Indonesia, khususnya masyarakat generasi muda.“Jadi inisiatif ini sangat bagus dalam konteks perluasan kesempatan kerja,” kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Abdul Wahab Bangkona dalam acara Launching Wirausaha East Indische Koffie dan Workshop Barista BBPK dan PKK Lembang, Bandung, Sabtu (1/10/2016), seperti dilansir dari laman resmi kemnaker.go.id. Turut hadir dalam acara launching ini Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Heri Sudarmanto.
 
Sekjen Kemnaker mencontohkan dengan wirausaha dalam bidang produksi kopi. Produksi kopi melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani kopi, pengolah kopi, jasa packaging, jasa distribusi, hingga sektor penjualan kopi di pasar dan kafe.“Sehingga nilai tambah secara financial itu bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia,” lanjut Sekjen Abdul Wahab Bangkona.
 
Masing-masing sektor juga harus memperhatikan hal ihwal kompetensi dan produktivitasnya. Agar kualitas produksi kopi tersebut dapat terjaga.“Sehingga ketika kita memegang kopi hingga tangan konsumen itu tidak ada perubahan (kualitas),” imbuhnya.
 
Di tengah perkembangan teknologi dan informasi, para wirausahawan juga harus mampu memanfaat keunggulan teknologi untuk mendukung produktivitas usahanya. Menurutnya, adopsi teknologi modern tidak akan mengurani penggunaan tenaga kerja manusia. Justru, usaha yang maju saat ini adalah usaha yang mampu memadukan keunggulan teknologi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif dan inovatif. “Sehingga bisa mempertemukan teknologi dan resource kita,” ujarnya.
 
Ia pun mengimbau kepada para wirausahawan, khususnya mereka yang baru merintis, tentang pentingnya jaringan pasar. Jaringan pasar sangat penting untuk memperluas dan mempertahankan tumbuh kembang usahanya. Oleh karenanya, para wirausahawan harus bisa membangun akses pasar dalam berbagai bentuk kerja sama, kemitraan, maupun hubungan yang saling menguntungkan lainnya.“Jadi sustainability dari wirausaha ini adalah bagaimana membangun jaringan pasar yang luas,” pungkasnya. (BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses
Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet
Indosat Berkah Ramadan, Berdayakan Marbot dengan Modal Bisnis dan Pelatihan Kewirausahaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker