Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty mengungkapkan, bahwasanya suksesnya pembangunan ekonomi tidak akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, hal itu dapat terjadi, apabila pertambahan jumlah penduduk terus dibiarkan. "Sejak era reformasi, program KB melemah, atau katakan dilupakan. Tapi kalau dibiarkan terus, seberapapun suksesnya pembangunan ekonomi tidak akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat," ungkapnya, di Medan, belum lama ini.
Untuk itu Surya mengatakan, kuantitas penduduk tersebut harus bisa dikendalikan. Sehingga, mau tidak mau program KB harus kembali digalakkan agar memperoleh apa yang disebut sebagai bonus demografi atau jumlah penduduk usia kerja (15-65 tahun) melebih jumlah yang tidak kerja.
"Jumlah penduduk saat ini, terus meningkat termasuk angka kematian ibu hamil. Karenanya, jumlah penduduk sekarang diproyeksikan sebanyak 255,5 juta. Tapi kalau kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga, dan kriminal terus terjadi, maka itu adalah tanda-tanda bencana kependudukan," jelasnya.
Meskipun begitu, Surya mengaku bonus demografi bisa menjadi anugrah atau malah musibah. Hal itu bisa dilihat dari kompetensi dan karakter penduduk. "Kalau tidak berkualitas, maka akan menjadi bencana kependudukan," sebutnya.
Diterangkan Surya, dalam proses pembentukan krakter, dilakukan melalui komunikasi. Berbagai temuan empiris telah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa, sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, bukan dengan melimpahnya sumber daya alam.
"Kita berharap kedepan jumlah penduduk yang besar tidak menjadi beban pembangunan melainkan modal pembangunan, yang ditandai dengan meningkatannya derajat kesehatan, kualitas hidup, dan tingkat kesejahteraan," tambahnya.
Karenanya, tambah Surya, program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bukan menjadi tanggung jawab BKKBN semata. Melainkan tanggung jawab bersama baik pemerintah pusat, daerah, legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun akademisi harus bahu membahu mendukung programnya.
"Keluarga harus berperan dalam menumbuhkan dan menjalankan revousi mental. Karena, satu keluarga bisa mengubah pola pikir manusia se-Indonesia, sehingga menjadi pribadi yang berkepribadian," pungkasnya.
Sementara itu, Asisten III Pemprov Sumut, OK Zulkarnain, mengatakan pihaknya mendukung program KB pemerintah di wilayah Sumut. Karena itu, dia berharap kedepan, kemitraan dalam menjalankan program tersebut semakin solid, sehingga memberikan hasil yang signifikan.
"Dalam program BKKBN ini kita berharap semakin banyak relawan yang tumbuh untuk mensukseskan kependudukan, termasuk menekan angka kematian ibu dan anak," katanya.(BS07)
Tags
beritaTerkait
komentar