Rabu, 27 Mei 2026

Meneroka 6 Aktivitas Seru di Little India Singapura, Destinasi Wisata yang Ramah Muslim

Kamis, 24 Juni 2021 12:15 WIB
Meneroka 6 Aktivitas Seru di Little India Singapura, Destinasi Wisata yang Ramah Muslim
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Little India merupakan salah satu kawasan di Singapura yang kaya akan budaya dan sejarah. Tempat tersebut telah menjadi tempat tinggal komunitas India sejak lama. Apalagi kawasan ini juga terkenal sebagai destinasi wisata yang ramah Muslim. Lokasinya berada di sepanjang Serangoon Road dan Race Course Road. Stasiun MRT, hub masyarakat dan wisatawan di distrik ini bernama Stasiun Little India.

Dahulu Little India adalah kasawan lubang penambangan batu kapur, tungku pembakaran batu bata, dan jalur pacuan kuda orang Eropa. Banyak penggembala, pedagang, dan pengrajin rangkaian bunga yang berjualan pada dua abad lalu di kawasan ini. Para pengusaha mempekerjakan migran dari India, sehingga untuk memenuhi kebutuhan komunitas India dibangunlah tempat ibadah, pertokoan barang, dan layanan jasa. Hal Ini bertahan sampai lintas generasi ketika para migran India sudah menetap di Singapura. Di sini Anda dapat dengan mudah menemukan rumah ibadah, pertokoan, restoran, dan hotel butik dengan corak India yang semarak.

Waktu terbaik mengunjungi Little India adalah saat festival perayaan seperti Deepavali (Festival Cahaya) kisaran Oktober- November dan Pongal (Festival Panen Raya) kisaran Januari-Februari yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Namun demkian, hari biasa juga menjadi waktu terbaik untuk melakukan berbagai aktivitas seru di Little India Singapura.

Baca Juga:

Baca Juga : Pameran Seni Mural SingapoReimagine di M Bloc Space Jakarta Hari Ini, STB Ajak Wisatawan Indonesia Nyalakan Impian ke Singapura

Sambil menunggu pandemi mereda dan perbatasan perjalanan dibuka kembali, Little India dapat menjadi inspirasi rencana perjalanan Anda berikutnya saat sudah aman untuk bepergian lagi. Semua aktivitas rekomendasi di bawah ini ramah Muslim, jadi jangan ragu untuk berkunjung dan mengeksplorasi sejarah dan budaya Little India yang seru.

Baca Juga:

[br] 1. Walking Tour Keliling Little India untuk Belajar Sejarah
Jika Anda orang yang antusias dengan sejarah, cobalah mendaftar di grup walking tour keliling Little India. Tur dengan berjalan kaki adalah cara terbaik untuk menjelajah Little India sembari mendengarkan kisah sejarah dari pemandu tur langsung. Ada banyak operator walking tour Little India di Singapura di internet yang bisa Anda pesan.

Kisaran durasi tur adalah dua jam, dengan kurang lebih enam titik pemberhentian. Anda bisa mengunjungi India Heritage Centre, pasar tradisional, penjual kue khas India dan mencicipi kuenya, Kuil Sri Veeramakaliamman, pedagang tradisional, dan berkunjung ke Little India Arcade. Keuntungan lain dari tur ini adalah Anda bisa bertanya langsung kepada pamandu tur dan berinteraksi dengan peserta walking tour lain.

2. Wisata Kuliner, Coba Berbagai Sajian Autentik Khas India
Little India Singapura adalah tempat terbaik merasakan kuliner autentik India. Di sini ada banyak makanan ramah Muslim dan vegetarian, sehingga membuat kegiatan wisata kuliner Anda semakin nyaman. Tiga restoran terkenal di kawasan Little India seperti berikut:

Baca Juga : Film Detective Conan Terbaru 2019, The Fist of Blue Sapphire Pertama Kalinya Ambil Setting di Singapura

- The Banana Leaf Apolo, restoran yang sangat populer seantero Singapura. Restoran legendaris dari 1974 ini punya ciri khas menyajikan makanan India dengan alas daun pisang. Hidangan yang disajikan dari daerah India bagian utara dan selatan. Makanan terkenal dari restoran ini adalah kari kepala ikan, ada juga nasi biryani, naan (roti pipih), dan taandori (BBQ khas India). Alamat: 54 Race Course Rd, dan tiga cabang lain di Little Indian Arcade, Downtown East, dan 20 Sixth Ave.

[br] - Mustard adalah restoran yang spesialisasinya makanan Bengali dan Punjabi. Terkenal akan rasa makanan yang kaya, pedas dan buttery. Anda bisa mencoba chingri macher malai curry (kari dengan udang) atau amritsari machhi (ikan goreng dengan saus kacang). Alamat: 32 Race Course Rd, Singapore 218552 (2 menit dari stasiun MRT Little India Pintu Keluar E)

- Komala Vilas adalah salah satu restoran vegetarian tertua di Singapura. Restoran ini kian terkenal karena dikunjungi Perdana Menteri India Narendra Modi pada 2015. Spesialisasi makanannya dari India bagian selatan, dengan makanan andalan dosai (panekuk dari fermentasi beras dan lentil hitam) dan vadai (gorengan khas India). Alamat: 76-78 Serangoon Rd, Singapore 217981.

3. Belajar Meracik Masakan India
Jatuh cinta dengan makanan India? Cobalah belajar langsung memasak papadum (roti pipih khas India), vadai (gorengan khas India), acar mangga, kari sayuran, atau rasam (sup tomat khas India) dengan ahlinya di Little India Singapura. Ada beberapa operator khusus kelas memasak, bahkan warga lokal yang membuka kelas memasak untuk turis mancanegara. Biasanya, Anda akan diajak untuk membeli bahan masakan di pasar tradisional Tekka Centre. Anda juga akan diperkenalkan dengan berbagai bumbu rempah khas India yang kaya, cara memasak, dan menyantap makanan bersama.

Baca Juga : Singapore Food Festival 2019 Berlangsung Mulai 12 Hingga 28 Juli

Kelas memasak ini bisa dilakukan secara privat atau pun berkelompok. Serunya lagi aktivitas ini bisa Anda lakukan bersama anak-anak. Harga paket kelas memasak di Little India sangat beragam, tergantung jenis dan banyaknya masakan, serta jumlah peserta. Beberapa dari operator ini memungkinkan pesertanya untuk memilih makanan yang ingin dimasak, jadi sesuai dengan tingkat kemampuan Anda. Seru bukan?

[br] 4. Wisata Religi
Satu hal yang unik dari Little India Singapura adalah Anda bisa menemukan banyak rumah ibadah dari agama berbeda dengan arsitektur yang khas. Inilah yang menjadi bukti Singapura sebagai melting pot dengan toleransi umat lintas agama. Mulailah perjalanan dengan mengunjungi kuil Hindu Sri Veeramakaliamman Temple, Shree Lakshminarayan Temple, Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore, dan Sri Vadapathira Kaliamman Temple.

Selanjutnya kunjungi Sakya Muni Buddha Gaya Temple yang merupakan wihara dengan arsitektur Thailand. Selain itu ada Kampong Kapor Methodist Church, gereja peranakan pertama di Singapura. Lanjutkan perjalanan ke Masjid Abdul Gafoor, salah satu masjid tertua di Singapura dari 1800-an. Arsitektur masjid ini sangat indah, perpaduan gaya Barat dan kaligrafi Saracen. Anda juga dapat mengunjungi Angullia Mosque, masjid yang berumur lebih dari 130 tahun.

Tak jauh dari sana ada Mustafa Centre, toko serba ada yang terkenal di kalangan wisatawan Indonesia. Jika Anda ingin melalukan wisata religius ini, sebaiknya kenakan busana yang sopan dan hormati umat yang sedang beribadah.

Baca Juga : Wisatawan Indonesia ke Singapura Capai Rekor Pertumbuhan Absolut Tertinggi di 2019

5. Wisata Belanja
Little India terkenal sebagai surganya belanja murah. Anda bisa belanja bumbu rempah, kain, perhiasan, dan oleh-oleh dengan harga terjangkau di sini. Selain Mustafa Centre, Anda bisa berkunjung ke Tekka Centre yaitu pasar tradisional yang bersih dan rapih menjual berbagai barang dan camilan unik. Ada juga Little India Arcade yang dibangun pada 1920, tempatnya mencari oleh-oleh dengan harga terjangkau.

[br] Anda bisa menemukan aksesoris perhiasan asli dan imitasi, pakaian khas India seperti sari, sarung bantal, gorden, atau pajangan rumah etnik di sini. Bagi Anda yang ingin mencari kosmetik, pewarna rambut, hena, atau obat-obatan khas India, berkunjunglah ke Jothi.

6. Tur Seni untuk Foto yang Instagramable
Semua sudut di Little India begitu semarak, bahkan dinding, lorong, dan ornamen gedungnya diwarnai mural warna-warni. Jangan lewatkan berjalan kaki menelusuri kawasan ini. Sebab, Anda bisa belajar sejarah, mencuci mata, dan mengisi galeri Instagram. Beberapa lokasi berfoto populer di Little India adalah Sri Veeramakaliamman Temple dengan atap kuil penuh relief yang indah. Kuil ini juga salah satu tempat ibadah tertua di Singapura dan selamat dari serangan bom saat Perang Dunia II.

Selanjutnya ke House of Tan Teng Niah, vila chinese yang masih bertahan sejak dibangun pada 1900. Rumah ini diyakini milik istri pemilik pabrik permen. Setiap sudut rumah ini warna-warni dan begitu Instagrammable. Ada banyak mural karena acara tahunan Art Walk Little India yang menghadirkan mural yang semarak ke kawasan ini. Anda bisa berkunjung ke Alive @CLIVE by Traseone dan melihat-lihatpenari India yang berwarna-warni. Mural ini ada di 104 Dunlop Street. Ada juga mural yang menggambarkan perdagangan India yang indah di Traditional Trades of Little India by Psyfool yang berlokasi di 8 Bebilios Lane.

Baca Juga : STB dan Traveloka Teken MoU Tarik Lebih Banyak Turis Asia Tenggara ke Singapura

Masih ada mural kuda, seperti sejarah Little India yang dulunya adalah pacuan kuda. Mural bernama A Ride through Race Course Road by Jaxton Su JingXiang berlokasi di 74 Race Course Road. Selain itu ada mural I Am Still Here by Dyn, mural perempuan dengan dupatta (selendang tradisional) di Clive Street, mural Cattleland 2 by Eunice Lim di Kerbau Road yang menggambarkan kerbau berwarna-warni, dan Madan Mogra, Jasmine of the City by Nadiah Alsagoff, mural indah yang dipersembahkan untuk pekerja migran berlokasi di Chander Road.

Masih banyak mural di setiap sudut Little India, yang menarik untuk diabadikan dalam foto. Saat malam hari, berkunjunglah ke Indian Heritage Centre. Museum pertama di Asia Tenggara yang memuat sejarah diaspora India. Bagian depan gedung ini berhiaskan kaca tembus pandang yang membuat gambar indah dan kontras dengan langit malam.

Simpan dulu rekomendasi aktivitas wisata ramah Muslim di Little India Singapura ini, setelah pembatasan perjalanan dibuka, Anda bisa melancong berkeliling Little India di Singapura. Singapura menyelenggarakan kampanye SG Clean untuk menjamin standar kebersihan di tempat umum dari berbagai industri, termasuk industri pariwisata dan layanan makanan. SG Clean dibuat untuk keamanan dan kenyamanan semua orang, termasuk Anda yang berkunjung ke Singapura khususnya pada masa pandemi virus COVID-19. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Strategi Komunikasi Kebijakan Penataan Penjualan Komoditas Non-Halal: Menjaga Harmoni, Menenangkan Semua Pihak
Halal Bihalal Polda Sumut Pererat Hubungan Antar Personel
Tinjau Sucofindo Cabang Medan, Pj Gubernur Sumut Harap Kerja Sama dengan Pemprov Semakin Kuat
Perayaan Deepavali Berlangsung Meriah di Little India Medan, Walikota: Supaya Masyarakat Bisa Merayakan dan Menyaksikan Kemeriahannya
Dinas PMPTSP Medan Bimtek Pelaku UMKM Soal Sertifikat Halal dan SPP-IRT
komentar
beritaTerbaru
hit tracker