Sosok

Sebagai Putra Banua, Ketum HIPMI Mardani H Maming Sediakan 40 Ribu Dosis Vaksin untuk Masyarakat Kalimantan Selatan



Sebagai Putra Banua, Ketum HIPMI Mardani H Maming Sediakan 40 Ribu Dosis Vaksin untuk Masyarakat Kalimantan Selatan
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming meninjau langsung vaksinasi Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Kalimantan Selatan. Sebanyak 40.000 dosis vaksin disiapkan untuk masyarakat umum di Kalimantan Selatan selama dua hari (13-14 September 2021).

Maming menyampaikan bahwa HIPMI berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menciptakan herd immunity. Oleh karena itu, program vaksinasi mesti dijalankan. "Vaksin adalah tanda cinta dan penanda silaturahmi. Bekerjasama dengan PT. Maming Enam Sembilan dan PT. Borneo Indobara, BPP HIPMI menggelar vaksinasi di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan," ujar Maming, di Kalimantan Selatan, Selasa (14/09/2021).

Program vaksinasi yang dilakukan BPD HIPMI Kalimatan Selatan, kata Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu, sudah tepat sesuai visi dan misi organisasi dalam membantu pemerintah. Ia meminta seluruh BPD dan Badan Pengurus Cabang (BPC) yang lain turut melakukan kegiatan serupa. "Kami menyediakan 40.000 dosis untuk semua masyarakat Kalimantan Selatan. Untuk pelajar, vaksin diberikan di SMP Negeri 5 Banjarbaru. Kita semua ingin badai pandemi segera berlalu dan ekonomi bangkit, kita ingin semua anak bangsa bisa kembali bekerja. Semoga kontribusi ini menjadi berkah yang dirasakan banyak orang," ucapnya.

Baca Juga : HIPMI Siap Gulirkan Dana Rp 21,3 Miliar untuk Penanganan Covid-19 Saat PPKM Darurat

Maming mengatakan, program ini digeber HIPMI untuk membantu percepatan vaksinasi demi melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Menurutnya, selain disiplin protokol kesehatan, vaksin merupakan ikhtiar untuk melalui pandemi Covid-19 yang melanda nusantara. "Sebagai Putra Banua, saya senang melihat vaksinasi HIPMI pertama diadakan di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan Selatan. Banyak yang bertanya mengapa sebelumnya diadakan di Pulau Jawa dan Bali. Jawabannya, pemerintah masih fokus ke Pulau Jawa dan Bali. Apalagi ada program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat," ungkapnya.


Tag: