Politik & Pemerintahan

Lindungi Anak di Situasi Pandemi Covid-19, KemenPPPA Sinergi Lintas Kementerian



Lindungi Anak di Situasi Pandemi Covid-19, KemenPPPA Sinergi Lintas Kementerian
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI

Beritasumut.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memastikan perlindungan anak dalam kondisi khusus, yaitu anak dalam situasi darurat pandemi Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik melalui dukungan masyarakat dan sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L). Hal tersebut dilaksanakan guna memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya selama pandemi Covid-19.

“Kami dari Kemen PPPA ingin memastikan upaya perlindungan anak bisa dilaksanakan dengan optimal dan bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga, termasuk mendorong peran serta masyarakat dan dukungan keluarga asuh. Kami berharap semua orang dapat jadi pengasuh pengganti, juga memiliki kecintaan dan kasih sayang yang sama kepada anak-anak kita, terutama karena angka kematian hingga saat ini masih terus bertambah,” tegas Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar SH MSi, dilansir dari Kemenpppa.go.id, Sabtu (18/09/2021).

Nahar menekankan persoalan lain yang muncul akibat dari anak yang kehilangan orang tuanya saat pandemi Covid-19 diantaranya persoalan ekonomi, pengasuhan dan dampak psikososial. “Sampai hari ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang dampaknya bukan hanya persoalan kesehatan, tapi kemudian anak harus kehilangan kedua orang tuanya. Angka 20 ribu anak terus berposes dan masih akan terus didata oleh pemerintah. Karena angka tersebut berdampak pada ditinggalkannya anak-anaknya yang barusia sebelum 18 tahun oleh salah satu atau kedua orang tuanya,” jelasnya.

Baca Juga : Menteri PPPA Himbau Instansi Pemerintah Sediakan Fasilitas Ruang Menyusui dan Daycare Ramah Anak

Nahar mengungkapan tiga skema pendataan yang telah dilakukan pemerintah, antara lain, membandingkan data kematian dengan data Adminduk dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri khususnya Dirjen Dukcapil dalam memadankan data kematian dan kependudukan. "Utamanya anak yang belum berusia 18 tahun selama masa pandemi. Guna menanggulangi data kematian orang tua dari anak yang tidak tercatat, maka pemerintah membuka ruang bagi siapapun termasuk masyarakat dan lembaga dapat melaporkan dan memberikan pengaduan, salah satunya melalui sistem RapidPro Perlindungan Perempuan dan Anak," ungkapnya.


Tag: