Rabu, 29 April 2026

Polwan Ditabrak Angkot, Ops Simpatik Toba 2017 Dievaluasi

Senin, 20 Maret 2017 00:01 WIB
Polwan Ditabrak Angkot, Ops Simpatik Toba 2017 Dievaluasi
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Aksi ugal-ugalan sopir angkutan kota (angkot) KPUM CV Mitra BK 7205 DL yang menabrak Bripda Pamawinda Simanungkalit yang tengah bertugas mengatur lalulintas di Jalan Jamin Ginting Simpang Jalan dr Mansyur, Medan, Jumat (17/03/2017), menjadi perhatian serius pihak kepolisian, khususnya Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumut.
 
Peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalntas) itupun menjadi pertanyaan tentang efektifitas pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2017 yang sedang berlangsung hingga 26 maret mendatang.
 
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Heru Prakoso, Minggu (19/3), menyebutkan peristiwa tersebut bukan hanya sekedar lakalantas biasa, namun juga merupakan salah satu indikasi kompleksnya permasalahan lalulintas di Sumut.
 
Terlebih, menurutnya, aksi ugal-ugalan sopir KPUM CV Mitra BK 7205 DL, Suhariadi (49) warga Jalan AR Hakim, Medan itu terjadi saat pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2017 sedang dilaksanakan pihak kepolisian dalam rangka meningkatkan tertib berlalulintas sekaligus menekan angka kecalakaan. 
Karena itu, Heru merasa perlu adanya pembahasan lebih mendalam dengan progres jangka panjang menyangkut persoalan sopir dan angkutan umum dalam upaya menciptakan tertib berlalulintas.
 
"Nah dari kejadian itu, kemudian kita berusaha menyimpulkan hal-hal yang mesti dibahas kembali lebih jauh untuk jangka panjang dengan melibatkan sejumlah instansi terkait lain. Karena kejadian itu justru terjadi disaat pihak kepolisian berupaya meningkatkan kesadaran tertib berlalulintas pengguna jalan melalui pelaksanaan Operasi Simpatik 2017, makanya rencana kita akan bahas usai operasi simpatik nanti selesai," sebutnya.
 
Selain itu mantan Kabid Humas Polda Sumut ini menambahkan, pihaknya juga telah memberi arahan kepada Kasatlantas sejajaran Polda Sumut, khususnya Polrestabes Medan untuk melakukan upaya-upaya sinergitas melalui penyuluhan dan edukasi dalam bentuk lain.
Sinergitas tersebut menurutnya bertujuan memunculkan gagasan-gagasan dalam metode pengawasan sopir dan pengandara hingga ketentuan sistem operasi angkutan jalan.
 
"Kasatlantas sejajaran sudah kita sarankan untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan dalam hal edukasi kepada seluruh stekholder angkutan jalan maupun instansi terkait lain semisal Dishub. Agar kemudian akan memunculkan gagasan baru dalam hal pengawasan sopir maupun pengendara setiap angkutan jalan demi terciptanya ketertiban berlalulintas, terlebih untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Karena dalam tugasnya Polisi perlu dukungan lebih akfit dari pihak-pihak yang memiliki tugas wewenang mengenai angkutan jalan untuk tertibnya lalulintas," ungkapnya.
 
Ketika ditanya mengenai banyaknya sopir angkutan umum di bawah umur dan diduga tanpa dilengkapi surat berkendara hingga akhirnya kerap ugal-ugalan, Heru menyebutkan, hal tersebut tentunya perlu sinergitas Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak lain, seperti Organisasi Angkutan Darat (Organda) dalam upaya pengawasan dan tindaklanjutnya.
 
Begitu juga mengenai ketentuan dan aturan menyangkut sistem operasi hinggah jumlah angkutan umum yang beropasi di jalan raya yang semakin bertambah tanpa diikuti perkembangan prasarana jalan, Heru juga merasa perlu adanya sinergitas instansi terkait yang ada untuk menghasilkan efektifitas upaya menanganai persoalan lalulintas.
 
"Kalau polisi kan lebih ke persoalan hukum dan aturan tatacara berlalulintas di jalan raya, untuk membantu efisiensi upaya-upaya mengatasi persoalan lalulintas kan juga perlu sinergitas lebih jauh dari instansi terkait lain karena juga menyangkut angkutan umum dan angkutan jalannya," pungkasnya.
 
Diberitkan sebelumnya, pasca peristiwa lakalantas yang menimpa Polwan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi sejumlah pejabat utama Poldasu dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho menjenguk Bripda Pamawinda Simanungkalit, Jumat (17/03/2017) malam lalu di RS Bhayangkara Medan.
 
Rycko mengatakan, berkaitan kasus itu, pihak kepolisian telah melakukan proses hukum terhadap sopir angkot, Suhariadi (49) warga Jalan AR Hakim, Gang Sehat, Medan. Selain mengharapkan tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus tersebut, Rycko juga berharap tidak ada lagi sopir angkot yang bertindak ugal-ugalan dan tidak mematuhi rambu-rambu lalulintas.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Laksanakan Patroli Simpatik di Distrik Walesi
Angkot 515 Tabrak Pengendara Sepeda Motor Hingga Tewas di Jalan Asia Medan
Polres Simalungun Gelar Apel Ops Keselamatan Toba 2018
Walikota Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan OPS Simpatik Toba 2018
Ops Simpatik Toba 2017, Pelanggarnya dari Mulai Pelajar, PNS, Tentara Hingga Polisi Sendiri
Kapoldasu Jenguk Bripda Winda yang Ditabrak Angkot di Simpang USU
komentar
beritaTerbaru
hit tracker