Selasa, 05 Mei 2026

Aisyah Bocah 8 Tahun dan Ayahnya Kini Tak Lagi Hidup di Atas Becak Barang

Kamis, 20 Maret 2014 22:29 WIB
Aisyah Bocah 8 Tahun dan Ayahnya Kini Tak Lagi Hidup di Atas Becak Barang
Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S memjenguk Aisyah dan ayahnya. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S benar-benar terenyuh melihat pengorbanan bocah berusia 8 tahun bernama Siti Aisyah. Dia terpaksa meninggalkan bangku sekolah untuk merawat ayahanda tercinta Muhammad Nawawi Pulungan (58) yang kini terbaring tak berdaya akibat penyakit paru-paru akut menggerogoti tubuhnya.  Yang membuat Eldin lebih terenyuh lagi, ayah dan anak ini sehari-harinya tinggal di atas becak barang karena tidak mampu membayar rumah kontrakan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya hanya mengharapkan belas kasihan warga yang merasa iba.

Eldin benar-benar terharu. Itu sebabnya dia langsung membawa Nawawi ke RS Pirngadi Medan guna mendapatkan perawatan medis secara intensif, Rabu (19/3/2014) malam sekira pukul 22.30 WIB. Diharapkan dengan pengobatan yang dilakukan tersebut, penyakit paru-paru mantan supir mobil boks ini dapat disembuhkan. Dengan demikian dia bisa bekerja dan hidup dengan layak kembali bersama anak tercintanya tersebut.

Eldin didampingi sejumlah Pimpinan SKPD menjenguk Nawawi yang masih terbaring lemah di  Ruang Flamboyan, khusus tempat perawatan pasien penderita paru-paru di RS Pirngadi Medan, Kamis (20/3/2014). Di hidungnya terpasang selang oksigen, sedangkan di tangan kirinya  terpasang jarum infuse. Kondisi laki-laki kurus berkulit hitam itu tampak masih sangat lemah. Ketika sejumlah wartawan yang hadir untuk mewawancarainya, dengan suara lirih dia mengaku masih tidak sanggup. Sedangkan Aisyah dengan setia mendampingi ayahnya di samping tempat tidur rumah sakit.

Setelah melihat kondisi Nawawi tersebut, Eldin minta Dirut RSU Pirngadi dr Amran Lubis agar memberikan pelayanan dan perawatan medis dengan sebaik-baiknya supaya Nawawi cepat sembuh. Lantas bagaimana dengan biaya selama perawatan? “Pemko Medan yang menanggung seluruh biayanya melalui Jamkesda maupun BPJS. Kita berharap penyakit ayah Aisyah dapat disembuhkan,” kata Eldin.

Selain biaya perawatan, mantan Sekda Kota Medan ini pun akan kembali menyekolahkan Aisyah. Hal itu dilakukan agar Aisyah memiliki masa depan yang lebih baik. Akibat mengurus dan merawat ayahnya yang sakit, bocah kurus itu terpaksa harus berhenti sekolah. Eldin menilai apa yang dilakukan Aisyah selama ini sangat luar biasa. Karena itulah dia tidak mau masa depan bocah malang itu hilang.

“Kita sudah mendaftarkan Aisyah sekolah. Insya Allah dia akan sekolah besok. Baik pakaian maupun peralatan sekolahnya telah kita siapkan. Artinya kehidupan Aisyah mulai sekarang kita yang mengurus, termasuk makannya. Kita akan mengusahakan membantu Aisyah sampai menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA,” ungkapnya.

Eldin menambahkan, administrasi kependudukan Aisyah seperti akte kelahiran juga akan segera diurus melalui intansi terkait. Dia yakin proses pengurusan akan berjalan dengan lancar dan cepat, sebab Aisyah memiliki data-data yang lengkap. Ditambah lagi KTP yang dimiliki ayahnya merupakan KTP Medan dengan alamat Jalan Kertas.

“Jadi untuk pembuatan akte kelahiran Aisyah, saya rasa tidak ada masalah,” jelasnya.

Selanjutnya Eldin juga sudah berpikir untuk menyediakan tempat tinggal bagi Aisyah beserta ayahnya nanti. Rencananya, Eldin akan menempatkan mereka di salah satu rumah susun sederhana (Rusnuwa) agar dapat hidup dengan layak dan sehat.

Aisyah tak banyak bicara, matanya berkaca-kaca dan mengucapkan terima kasih atas bantuan maupun perhatian yang telah diberikan Plt Walikota. Keinginannya untuk bersekolah lagi dan melihat ayahnya sembuh akan terwujud.

Sementara itu Kadis Pendidikan Kota Medan Marasutan Siregar membenarkan penjelasan Plt Walikota. Aisyah telah didaftarkan di SD Negeri No.060786, Jalan Purwo, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur. Mengenai kelas berapa Aisyah akan didudukkan, Marasutan belum bisa menjawabnya.

“Besok pagi akan kita uji dulu kemampuannya. Dari hasil uji yang dilakukan, barulah bisa kita ketahui di kelas berapa dia di tempatkan,” jelas Marasutan.

Sedangkan menurut Camat Medan Kota Parlindungan Nasution, Aisyah bersama ayahnya selama ini hidup tidak menetap di atas becak barang. Selain di seputaran Masjid Raya Jalan Sisingamangaraja dan emperan toko, keduanya juga terlihat di seputaran Jalan Juanda.

“Begitu mengetahui kehidupan mereka sangat memprihatinkan sekali seperti yang dilansir salah satu media online, Bapak Plt Walikota langsung membantu. Tadi malam kita bersama Bapak Plt Walikota langsung mengantarkannya ke RS Pirngadi,” terang Parlindungan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Hadiri Peresmian Gedung Baru, Ijeck Harapkan YPIT Aisyah Maksum Semakin Berkembang
Bebas dari Tuduhan Pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Aisyah: Terima Kasih Presiden Jokowi
Dua Jambret Babak Belur Dihajar Warga di Medan Timur
Bupati Deli Serdang Serahkan Penghargaan Pemenang Lomba Lingkungan Hidup
Enam Sekolah di Deli Serdang Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri
Panitia Hari Bumi Siapkan Kerangka untuk Instalasi Susunan Botol Bekas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker