Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) -- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang setiap harinya menjual sayuran dan buah di sepanjang Jalan Sutomo, Kota Medan, Sumatera Utara, akan direlokasi ke Pasar Induk Sayur dan Buah Tuntungan di Kelurahan Lau Chi, Kecamatan Medan Tuntungan yang rencananya pada bulan Januari 2013 akan segera diresmikan.
Hal itu dikatakan, Kasat Pol PP Pemko Medan M Sofyan menyikapi keresahaan warga sekitar dan penguna jalan akibat akses di sekitar Jalan Sutomo terganggu akibat keberadaan pedagang yang sudah menutup separuh badan jalan.
“Seluruh pedagang yang berada di Jalan Sutomo akan direlokasi ke Pasar Induk Tuntungan. Sekaligus untuk membuka akses jalan yang selama ini tertutup akibat aktifitas para pedagang disekitar situ,” kata Sofyan di Medan, Sabtu (29/12/2012).
Dikatakannya, sebelum dilakukan relokasi terhadap pedagang yang menjual sayur dan buah dari Kabupaten Karo itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan pendekataan secara personal. “Pendekatan terus kita lakukan sampai seluruh pedagang direlokasi. Awalnya pastilah kita lakukan sosialisasi bersama dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat,” paparnya.
Diakuinya, penolakan terhadap relokasi PKL menjadi kendala utama. Apalagi, lokasi yang sudah lama ditempati PKL berjualan tidak ada dilakukan pengutipan biaya retribusi. “Nantinya kalau di Pasar Induk Tuntungan, secara otomatis akan dipungut biaya retribus seperti sewa kios, kebersihan dan lain-lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dari PD Pasar Kota Medan, Kecamatan, Kelurahan dan Dinas Perhubungan Pemko Medan. “Kita meminta masukan dari Dirut PD Pasar, apakah para pedagang ini diberikan harga sewa kios murah, atau langkah apa saja yang harus dilakukan agar para pedagang mau direlokasi,” cetusnya.
Selain itu, lanjutnya, peran dari Dishub Medan untuk melakukan penertiban terhadap angkutan sayur dari Kabupaten Karo yang masuk ke Kota Medan diarahkan ke pasar induk. “Resiko bagi pedagang eceran pasti akan terasa, karena merasa jauh lokasi yang ditempuh untuk membeli sayur dan buah. Tapi harus bagaiman lagi, semua itu untuk penataan PKL agar lebih baik lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Walikota Medan Rahudman Harahap mengatakan segera mengoperasikan Pasar Induk Tuntungan yang direncanakan pada Juli 2013 sudah bisa beroperasi. Hal itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Medan, khususnya pedagang, karena keberadaan Pasar Induk Tuntungan sangat dibutuhkan.
“Meski saat ini masih proses pembangunan khususnya fasilitas pendukung seperti infrastruktur jalan, lampu jalan dan terminal, diharapkan ini semua cepat rampung dan pasar induk dapat beroperasi,” ucap Rahudman.
Sebelumnya, Pasar Induk Tuntungan memiliki nilai investasi Rp80 miliar dan direncanakan dapat beroperasi pada akhir Tahun 2012. Namun karena kendala utilitas lampu, air dan telepon serta manajemen/kelembagaan sehingga pengoperasian Pasar Induk belum final. Selain itu, untuk mendukung keberadaan Pasar Induk Pemko Medan melakukan pelebaran Jalan Jamin Ginting-Jalan Turi dari 4 meter menjadi 7 meter dengan dana APBD 2012.
Dikatakan Rahudman, selain Pasar Induk Tuntungan, pihaknya juga akan melakukan pembangunan Pasar Sukaramai dan Pasar Martapura dekat Sun Plaza. Kemudian ada investor yang menyatakan kesediaannya membangun pasar tradisional di kawasan Sambu.
“Investor itu memiliki tanah di sana dan dia yang akan membangunnya menjadi pasar tradisional. Bagi kita itu tak ada masalah, sebab mendukung pertumbuhan ekonomi kota. Yang penting harus tertata dengan baik,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perumahaan Dinas Perumahaan dan Pemukiman (Permukim) Pemko Medan Bukhari menjelaskan, di Pasar Induk Tuntungan akan dibangun 1.000 kios yang menjadi pasar induk sayur dan buah. Jadi, pedagang yang ada di Pasar Sutomo/Sambu yang bolak-balik ditertibkan akan dipindahkan semua ke Pasar Tuntungan.
"Nama pasarnya, Pasar Induk Tuntungan dan ini akan membuat Kota Medan bersih dari sampah karena pedagang sayur dan buah akan dipindahkan," tuturnya.
(BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar