Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Program Pengurangan Pekerja Anak dan Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) merupakan program nasional yang tertuang dalam RPJMN Tahap I Periode 2014 sampai 2019, program ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah termasuk Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (KAN-PBPTA).
Demikian dikatakan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi yang diwakili Wakil Bupati H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT pada acara Pembukaan Kegiatan PPA dan PKH di Aula Diklat BKD Labuhanbatu yang dihadiri Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Tansmigrasi Kabupaten Labuhanbatu H Elpin Riswan, SE dan Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Selasa (10/05/2016).
Lebih lanjut dijelaskannya, PPA dan PKH merupakan salah satu program yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi jumlah pekerja anak. "Program ini didesain sebagai program yang terintegrasi dengan PKH," ujar Pangonal dilansir dari situs resmi labuhanbatukab.go.id.
Disebutkannya, sasaran program PPA-PKH adalah pekerja anak dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang terregister dalam program keluarga harapan dengan memberikan pendampingan kepada pekerja anak agar mempunyai motivasi untuk kembali ke dunia pendidikan melalui berbagai program yang ada di instansi terkait.
Dalam kesempatan itu Bupati berharap melalui PPA-PKH ini secara bertahap akan dapat mengurangi jumlah pekerja anak yang berasal dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan putus sekolah melalui pendampingan untuk kembali ke dunia pendidikan. Program PPA-PKH diharapkan dapat mengurangi jumlah pekerja pada jenis pekerjaan terburuk untuk anak.
"Untuk memenuhi harapan inilah, maka saya berharap agar program PPA-PKH dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga dapat mendorong peningkatan angka partisipasi belajar bagi anak usia wajib belajar yang putus sekolah dan bekerja agar mereka tetap berada pada system persekolahan," kata Bupati Labuhanbatu.
Kabid Pengawasan dan Ketenagakerjaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tansmigrasi Kabupaten Labuhanbatu Herlinawati Rambe dalam laporannya menyebutkan, bahwa kegiatan PPA-PKH ini dalam pelaksanaannya melibatkan instansi terkait seperti Kemenag, Kemensos, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polres, LSM Anak dan BRI.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengurangi jumlah pekerja anak yang putus sekolah dari rumah tangga miskin untuk ditarik dari tempat kerja melalui pendampingan di shelter dan dikembalikan ke dunia pendidikan.
"Jumlah anak-anak yang terkumpul sebanyak 42 orang (10 orang Wanita dan 32 orang Pria) dari 9 wilayah kecamatan, selama di shelter atau tempat pelatihan BKD anak-anak didampingi oleh pendamping sebanyak 6 orang yang telah mendapatkan pelatihan dari Kemenaker RI," sebutnya seraya berharap adanya kegiatan PPA-PKH dapat mengembalikan anak ke dunia pendidikan dalam rangka menciptakan generasi bangsa yang berkualitas.(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar