Kamis, 30 April 2026

Pemblokiran Jalan Sutomo Medan Diperpanjang Hingga Jam 09:00 WIB

Rabu, 23 Maret 2016 17:53 WIB
Pemblokiran Jalan Sutomo Medan Diperpanjang Hingga Jam 09:00 WIB
Istimewa
Satpol PP Pemko Medan melakukan penertiban.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Setelah tujuh hari melakukan penertiban disertai pemblokiran akses masuk Jalan Sutomo, Medan sekitarnya, termasuk Jalan Rakyat dan Jalan Perjuangan, Pemko Medan melakukan sejumlah evaluasi. Langkah ini dilakukan agar penertiban yang dilakukan tim gabungan lebih efektif dan maksimal dalam rangka membersihkan kawasan Jalan Sutomo sekitarnya dari pedagang kaki lima.

Salah satu hasil dari evaluasi yang dilakukan, waktu penertiban dan pemblokiran pun diubah. Jika selama ini hanya sampai pukul 05:30 WIB, namun mulai hari ini dilakukan sampai pukul pagi. Artinya, seluruh tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan serta didukung aparat TNI dan Polri terus melakukan penjagaan ketat sampai pukul 09:00 WIB.

Selain itu hasil evaluasi juga memutuskan, fokus penertiban dan pemblokiran hanya dilakukan di Jalan Sutomo sekitarnya. Sedangkan pemblokiran di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat ditiadakan, sebagai gantinya tim gabungan akan melakukan patroli sepanjang malam sampai pagi. Apabila ditemukan ada pedagang yang membuka lapak, tim gabungan langsung menertibkan dan mengamankan barang dagangan mereka.

Berdasarkan amatan yang dilakukan Selasa (22/3/2016) malam sampai Rabu (23/3/2016), sebagian tim gabungan hanya melakukan penjagaan ketat di kawasan Jalan Sutomo sekitarnya. Sedangkan sebagian lagi, termasuk aparat TNI dan Polri siaga penuh di sekitar Kantor PD Pasar dan Tugu Apollo. Begitu menerima laporan ada pedagang yang menggelar lapak, mereka langsung turun melakukan penertiban.

Kasatpol PP Pemko Medan M Sofyan ketika ditemui usai memimpin apel mengatakan, perubahan waktu  ini dilakukan untuk lebih mengefektikan penertiban yang dilakukan. Meski penertiban yang dilakukan selama sepekan ini sudah baik namun hasilnya masih belum memuaskan. Sebab, begitu tim gabungan pulang meninggalkan lokasi sekira pukul 05:30 WIB, para pedagang langsung masuk dan berjualan di Jalan Sutomo sekitarnya.

"Itu sebabnya berdasarkan hasil evaluasi yang kita lakukan, waktu penertiban dan pemblokiran diperpaanjang sampai pukul 09:00 WIB. Artinya, kita tidak akan membiarkan para pedagang memasuki Jalan Sutomo dan sekitarnya untuk berjualan. Begitu mereka masuk langsung kita tertibkan," tegas Sofyan.

Selanjutnya tambah Sofyan, tim gabungan juga akan melakukan patroli rutin di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat.

"Kita ingin memastikan para pedagang tidak berjualan lagi di sana. Kalau kedapatan jualan, kita langsung tertibkan. Intinya, kita tidak akan membiarkan Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat menjadi lokasi mereka berjualan. Kalau mereka ingin berjualan, silahkan ke Pasar Induk," tegasnya.

Sofyan menambahkan, kawasan Simpang Pos sekarang menjadi fokus perhatian mereka. Sebab, Senin (21/3/2016) dini hari, seratusan pedagang sempat membuka lapak di kawasan tersebut. Namun tim gabungan berhasil menertibkannya.

"Jadi kawasan Simpang Pos juga kita awasi terus. Begitu pedagang masuk, langsung kita tertibkan," ungkapnya.

Sementara itu Kadishub Pemko Medan Renward Parapat juga mengingatkan seratusan anggotannya yang tergabung dalam tim gabungan. Dia minta tak satu pun anggotanya meninggalkan lokasi sampai pukul 09:00 WIB.

"Jalankan tugas sampai pukul 09:00 WIB, kecuali sakit atau ada masalah yang penting. Itu pun harus disampaikan terlebih dahulu kepada atasan," pesannya.

Sekira pukul 06:00 WIB, sejumlah alat berat milik Dinas Bina Marga memasuki Jalan Sutomo sekitarnya untuk melanjutkan penataan. Selain membersihkan sampah, alat berat ini melakukan pengorekan drainase. Kehadiran alat-alat berat ini semakin menutup peluang para pedagang berjualan. Apalagi SKPD terkait juga turun melakukan penataan bersama pegawai masing-masing. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker