Jumat, 01 Mei 2026

Kebakaran Lahan Gambut, Jokowi Wajibkan Perusahaan Bangun Embung

Minggu, 27 September 2015 21:35 WIB
Kebakaran Lahan Gambut, Jokowi Wajibkan Perusahaan Bangun Embung
Setkab RI
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat saat meninjau lokasi kebakaran hutan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (24/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, titik-titik api di lahan gambut sudah seperti bencana musiman. Tiap tahun selalu muncul karena tata kelola lahan gambut yang buruk. Oleh karena itu, menurut Presiden, langkah darurat penanggulangan kebakaran di lahan gambut harus cepat dilakukan.

“Saya memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemda agar mewajibkan perusahaan membangun embung yang bisa dimanfaatkan untuk perendaman (rewetting) tanah gambut,” kata Jokowi melaui fan page Facebooknya dan akun Twitter pribadinya @jokowi yang diunggahnya pada Sabtu (26/9/2015) malam.

Dilansir situs resmi Setkab RI, dengan ketersediaan air di sekitar lahan gambut, lanjut Presiden, maka apabila terjadi kebakaran mesin pompa air langsung bisa bekerja memadamkan titik api dengan cepat. 

“Di Kalimantan Tengah saya telah melihat usaha kongkrit membangun embung air,” ujarnya.

Presiden menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pembakar hutan yang telah menyengsarakan kita semua. Namun Jokowi mengingatkan, komitmennya itu tidak akan jalan tanpa dukungan semua pihak: pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

Sebelumnya saat meninjau kebakaran hutan yang terjadi di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya,‎ Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (24/9/2015), Presiden telah meminta segera dilakukan pembuatan embung besar-besaran di lokasi kebakaran hutan yang terletak di area lahan gambut.

Ia menyebutkan, lahan gambut adalah lahan yang mudah terbakar, sehingga sangat sulit memadamkan api yang berada di lahan gambut. 

“Tadi saya berdiam diri selama lima menit, tiba-tiba saja api membesar. Kuncinya ada di embung. Segera lakukan kanalisasi dan harus besar-besaran,” ujar Presiden sebagaimana dikutip Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya Kamis (24/9/2015) lalu.

Presiden pun sempat menanyakan kesiapan anggaran pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk membangun embung. Ternyata, tidak terdapat anggaran di pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk membangun kanal. 

“Saya perintahkan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kementerian LH dan kehutanan untuk mengerjakan secepat-cepatnya,” ucap Presiden.

Anggaran yang digunakan dalam pembangunan kanal itu berasal dari BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Presiden juga memerintahkan TNI yang mobilisasinya cepat untuk terlibat dalam pembangunannya. Dan TNI menyatakan kesiapannya.‎

Presiden juga meminta agar dilakukan sosialiasasi kepada masyarakat tentang dampak dari kebakaran lahan, sehingga ‎mereka tidak lagi membersihkan lahan dengan membakar. 

“Sosialisasi besar-besaran agar tidak melakukan lagi pembakaran lahan” kata Presiden.
‎‎
Saat meninjau, terlibat banyak petugas dari TNI dan Polri yang tengah bekerja memadamkan api. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dan mobil water canon yang dimiliki kepolisian.

Presiden meninjau ke dalam hutan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala BNP‎ Willem Rampangilei. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam
Rumah Dua Lantai di Pekan Labuhan Hangus Terbakar
Kebakaran Rumah Dua Lantai di Mabar, Satu Orang Terluka
Kantor Dinas Pendidikan Sumut Terbakar
Enam Rumah di Sidorame Timur Hangus Terbakar
Panti Asuhan di Helvetia Terbakar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker