Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan memimpin rapat terbatas (Ratas) mengenai tindak lanjut penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung, Senin (21/9/2015) siang ini. Demikian dilansir situs resmi Setkab RI.
Sebelumnya, Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali erupsi disertai awan panas yang keluar sejauh empat kilometer dari pusat letusan pada Selasa (15/9/2015) pekan lalu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada Selasa (15/9/2015) pukul 08.20 WIB, terjadi awan panas guguran sejauh 4.000 meter ke Timur-Tenggara, tinggi kolom abu vulkanik 3.000 meter.
“Hujan abu cukup tebal di Brastagi, Kabanjahe dan sekitarnya. Letusan ini adalah yang terbesar dalam seminggu terakhir,” beber Sutopo.
Sejak Selasa pagi, erupsi Sinabung terjadi secara berangsur-angsur. Erupsi mulai terjadi pada pukul 05.25 WIB disertai awan panas guguran sejauh tiga ribu meter ke sektor Timur-Tenggara dan tinggi kolom abu erupsi 2.500 meter. Pada waktu yang sama arah angin sedang ke timur.
Kemudian pukul 05.36 WIB terjadi awan panas guguran sejauh tiga ribu meter ke sektor timur-tenggara dan tinggi kolom abu erupsi dua ribu meter. Selanjutnya pukul 08.20 WIB, terjadi awan panas guguran sejauh empat ribu meter ke timur-tenggara dan tinggi kolom abu vulkanik tiga ribu meter.
Masih menurut Sutopo, status Sinabung hingga saat ini adalah awas (level IV). Radius yang dikosongkan adalah tujuh kilometer di sisi selatan-tenggara dan enam kilometer di timur.
Tidak ada penambahan pengungsi. Saat ini warga sekitar kawasan Gunung Sinabung yang mengungsi mencapai 2.572 jiwa (9.313 KK) di sembilan pos pengungsian. Mereka berasal dari sembilan desa yang direkomendasikan mengungsi oleh PVMBG. Semua kebutuhan dasar tercukupi dan anak-anak tetap bersekolah. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar