Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Terkait pelayanan buruk dan tuduhan dugaan pungli Lurah Bangun Mulia RT, disikapi serius Anggota Komisi A DPRD Medan Andi Lumbangaol. Ia pun mengaku prihatin mendengar jika kinerja dan pelayanan lurah dikeluhkan warga serta mengadukan ke Wali Kota dan DPRD Medan.
“Kita akan segera panggil lurah dan camatnya. Jika pengaduan warga benar, kita (Komisi A DPRD Medan) pasti akan merekomendasikan agar jabatan lurah dievaluasi atau dicopot,” sebut Andi Lumbangaol di Medan, Jumat (18/9/2015).
Ditambahkan politisi PKPI yang membidangi pemerintahan ini, seharusnya lurah tetap sebagai pelopor dan pengayom masyarakat. Artinya lurah harus merakyat bekerja sama dengan warga menciptakan suasana kondusif.
“Jangan sampai ada riak-riak seperti ini, lakukan persuasif. Lurah harus mendukung penuh peningkatan pembangunan di Kota Medan,” ujar Andi.
Lurah Bangun Mulia RT diadukan warga ke Wali Kota Medan dan DPRD Medan terkait kinerja lurah dan staf Kelurahan Bangun Mulia, Kecamatan Medan Amplas yang dituding buruk dan tidak disiplin sering terlambat masuk kantor.
Selain itu terkait pelayanan adiministrasi sangat mahal seperti urusan surat ahli waris, urusan KK dan KTP bahkan kerap dipersulit. Lurah juga dituding tidak respon dengan keluhan warga. Bahkan kutipan untuk biaya surat ahli waris ditetapkan Rp500.000 s/d Rp800.000.
Menurut keterangan Camat Medan Amplas Zul Fahri Akhmadi, yang dihubungi wartawan, Jumat (18/9/2015), pihaknya sudah memanggil memanggil lurah, staf kelurahan maupun kepala lingkungan (Kepling).
“Mudah-mudahan dengan pemanggilan lurah ada perubahan dalam melayanai masyarakat,“sebut Zul Fahri melalui pesan singkat. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar