Selasa, 28 April 2026

Ngadu, Warga Menangis di DPRD Medan

Kamis, 06 Agustus 2015 20:06 WIB
Ngadu, Warga Menangis di DPRD Medan
Istimewa
Irwansyah Rajab dan keluarganya.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Irwansyah Rajab bersama istrinya Habsah dan tiga orang anaknya masih kecil menangis di kantor DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Kamis (6/8/2015). Keluarga ini mengadu ke Komisi A DPRD Medan terkait kasus penganiayaan dan pengrusakan rumah yang menimpa mereka, namun tak ada satu pun anggota dewan yang menerima. Satu jam kemudian, barulah salah seorang anggota dewan muncul.
 
Informasi yang didapat wartawan, para anggota DPRD Medan sedang pelesiran ke luar kota dengan dalih kunjungan kerja. Sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Banmus) dikabarkan sedang berada di Jakarta. Sedangkan Komisi C kunker ke Bukit Tinggi dan anggota dewan lainnya bimtek.
 
Tak heran, gedung DPRD Medan yang dibangun seharga Rp90 miliar ini, kerap kosong kegiatan. Anggota dewan tampaknya lebih memilih membuat jadwal ke luar daerah.
 
Warga yang mengadu Irwansyah Rajab beralamat di Jalan Platina Raya No 108, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli mengaku, kedatangan mereka ke DPRD Medan ingin meminta perlidungan keamanan terhadap keluarganya yang terus diteror oknum tak bertanggung jawab.
 
Menurut Irwansyah, pada 1 Agustus lalu, sekelompok orang yang diduga suruhan oknum tertentu mendatangi rumahnya. Pada saat itu, beberapa oknum tadi mendobrak pintu rumahnya sekaligus melakukan pengrusakan serta mengusir mereka. Bahkan, Irwansyah mengaku dianiaya hingga pingsan oleh oknum tersebut seraya menunjuk-nunjukkan senjata api.
 
Hingga saat ini kata Irwansyah didampingi istrinya Habsah, mereka selalu diteror dan dipaksa segera hengkang dari rumah warisan orang tuanya itu. Untuk itulah kata Irwansyah mereka datang mengadu ke wakil rakyat agar dapat memfasilitasi jaminan keamanan dari pihak Kepolisian.
 
"Kami tak berani pulang, biar kami nginap di kantor dewan ini, sebelum ada jaminan keamanan. Kasihan anak-anak masih kecil, trauma bapaknya diancam tembak," urai Habsah berurai air mata.
 
Masih menurut Irwansyah, adapun kronologis kejadian, ada oknum yang mengaku telah membeli rumah orang tuanya sejak Tahun 2010. Namun, Irwansyah mengaku selaku anak sah orang tuanya yang sudah meninggal tidak mengetahui persis penjualan rumah dimaksud.
 
Maka dengan itu, Irwansayah berusaha menempuh jalur hukum dan berharap pengaduan terkait penganiayaan dan pengrusakan ke Polsek Medan Labuhan supaya segera ditindaklanjuti. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Mobil Digelapkan Kades, Wiwid Menangis di Polsek Patumbak
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara
Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan
Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker