Rabu, 29 April 2026

Bangunan Drainase Sipenggeng-Batangtoru Roboh

Sabtu, 21 Februari 2015 12:44 WIB
Bangunan Drainase Sipenggeng-Batangtoru Roboh
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Pelaksana pekerjaan pembangunan saluran drainase kawasan permukiman Sipenggeng – Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diduga tidak mengutamakan kualitas pekerjaan sehingga mengakibat roboh dan rusaknya saluran drainase walau baru selesai dikerjakan.
 
Pembangunan saluran drainase tersebut diperkirakan merupakan proyek Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara dengan anggaran mencapai  Rp1.104.000.000 APBD Tahun Anggaran 2014.
 
Hasil Investigasi wartawan, titik awal pembangunan saluran drainase itu tepatnya berada di Sipenggeng (Simpang Marancar) hingga sekitar simpang SMK Pertambangan Batangtoru yang diperkirakan selesai dikerjakan pada akhir tahun 2014.
 
Walau demikian, kondisi bangunan saluran drainase itu sudah roboh beberapa meter pada titik simpang SMK Pertambangan Batangtoru. Akibatnya, manfaat pembangunan drainase sebagai saluran air dan menangkal meluapnya air ke badan jalan dinilai tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.
 
Jebolnya dinding drainase tersebut membuat saluran sumbat, sehingga air mengalir dan melintasi badan jalan. Akibatnya jalan hotmix yang diperkirakan masih baru diperbaiki sudah rusak.

"Jalan hotmix ini terkelupas karena diterjang air dari drainase yang tersumbat karena dindingnya ambruk," ujar Riswan (46) salah satu pengendara roda empat yang melintasi di jalan itu, Kamis  (19/2/2015).

Hampir seluruh badan jalan selebar 6 meter tersebut rusak dengan aspal yang terkelupas. Panjang jalan yang mengalami kerusakan lebih kurang 50 meter. Para pengendara yang melintas dari badan jalan harus ekstra hati-hati, karena kedalaman lubang yang ada di badan jalan mencapai 15 centimeter. Warga sekitar, yang tidak bersedia di sebut namanya, mengatakan, kerusakan drainase ini sudah lebih dari dua minggu. Hal tersebut terlihat dari bekas air yang melintas dari badan jalan itu sudah seperti anak air yang memiliki paret.
 
Pemerhati Pembangunan di Tapanuli Selatan Sutan Maruli Ritonga kepada wartawan di Padangsidimpuan, Jumat (20/2/2015) mengharapkan agar instansi terkait melakukan perbaikan atas kerusakan robohnya saluran drainase Sipenggeng – Batangtoru itu, serta memberikan sanksi kepada perusahaan yang mengerjakannya karena diduga melakukan pekerjaan yang asal siap tanpa memperhatikan mutu pekerjaan sehingga diperkirakan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis.
 
Kejanggalan lainnya diperkirakan juga terdapat pada pengerjaan proyek itu, sebab terlihat masih ada pasangan batu yang tidak diplester, dan saat ini masih terlihat adanya aktifitas pekerjaan di lokasi proyek tersebut.

"Instansi terkait hendaknya tidak melakukan pembiaran atas rusaknya pekerjaan pembangunan saluran drainase itu karena dirasa akan sama halnya bahwa proyek tersebut tidak bermanfaat  mengakibatkan kerugian terhadap keuangan negara," ujarnya.
 
Terkait indikasi kerugian keuangan negara atas pekerjaan proyek tersebut, Ritonga mengharapkan agar instansi terkait melakukan pemeriksaan ataupun audit atas pembangunannya dan mengajukan ke pihak penyidik jika memenuhi unsur tindak pidana korupsi. (BS-029)

Tags
beritaTerkait
Portal Larangan Masuk Truk Galian C di Binjai Roboh
Podomoro Roboh, DPRD Medan Pertanyakan Izin
SDN 226 Tolang Ulu Pungkut Nyaris Roboh, Murid Menumpang Belajar di Madrasah
Oknum TNI Roboh Ditikam Mandor Angkot di Terminal Pinang Baris
Truk Molen PT Kreasi Beton Hantam Pagar Mapolsek Medan Timur Hingga Roboh
komentar
beritaTerbaru
hit tracker