Rabu, 29 April 2026

FAIT: 15 Persen Kecurangan Pileg di PPS

Senin, 09 Juni 2014 09:25 WIB
FAIT: 15 Persen Kecurangan Pileg di PPS
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kecurangan pemilihan umum legislatif (Pileg) yang terjadi secara sistematis dan massif menggambarkan buruknya sistem demokrasi di Indonesia. Kecurangan bahkan dilakukan oleh penyelenggara pemilu hampir di setiap tingkatan.

Berdasarkan riset yang dilakukan Forum Akademisi IT (FAIT) terhadap hasil pileg, dari 200 sampel PPS (kelurahan/desa) yang diambil secara acak diperoleh 15 persen terjadi kecurangan.

Kecurangan yang ditemukan berupa pemindahan suara antar caleg di internal satu partai dan pemindahan suara antar caleg antar partai.

Demikian dikatakan Ketua Umum FAIT Hotland Sitorus dalam siaran pers yang diterima, Senin (9/6/2014).

“Kami telah melakukan riset dengan mengumpulkan Model C1 dan membandingkannya dengan penghitungan terhadap Model DC 1 dan hasilnya memang ada yang berbeda,” ungkap Hotland yang juga dosen di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Masih kata Hotland, KPU harus mengevaluasi kinerja para penyelenggara pemilu. Orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berintegritas tidak boleh menjadi penyelenggara pemilu. Kalau tidak, potensi kecurangan saat pilpres pada 9 Juli nanti sangat besar.

Sementara itu, Sekjen DPP FAIT Janner Simarmata mengatakan, sampel yang diambil dalam riset ini adalah secara acak dan terdistribusi proporsinal menurut jumlah TPS di masing-masing daerah.

“Namun untuk memudahkan proses pengambilan sampel, wilayah dikelompokkan ke dalam 6 kelompok besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-NTB-NTT dan Papua,” urai Janner.

“Oleh karena itu, kami menyarankan agar KPU terbuka. FAIT siap membantu penyelenggara dan peserta pilpres untuk mengawasi penggunaan perangkat IT KPU sebelum dan saat pilpres nantinya,” tegas Janner.

Dugaan kecurangan ini dilakukan melalui penggunaan Sistem IT di PPS. Oleh karena itu, FAIT mengimbau agar Sistem IT yang digunakan di setiap tingkatan harus divalidasi, pungkas Janner. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Ketua KPU Madina: Pelantikan PPS Sudah Sesuai Prosedur
KPU Madina Diduga Lantik PPS Tidak Ikut Ujian
KPU Lantik PPK dan PPS Se-Madina
KPU Medan Seleksi Calon PPS
KPU Medan Rekrut PPK dan PPS Pilkada
Wali Kota Medan Terima Penghargaan Dari PPS Betako Merpati Putih
komentar
beritaTerbaru
hit tracker