Selasa, 30 Juni 2026

Kalteng Puji Harmonisasi Antar Etnis di Sumut

Rabu, 13 November 2013 22:51 WIB
Kalteng Puji Harmonisasi Antar Etnis di Sumut
Ist
Wagub Sumut Erry Nuradi dan Wagub Kalteng Ahmad Diran diabadikan bersama FPK Kalteng (berdiri) dan FPK Sumut (duduk) saat berkunjung ke Kantor Gubernur Kalteng, Palangkaraya, Rabu (13/11/2013).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Palangkaraya, (beritasumut.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan apresiasinya dan pujian atas keharmonisan antar etnis maupun agama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Meski didiami ragam suku asli, suku nusantara dan suku dunia pendatang, Sumut tetap kondusif dan jauh dari benturan antarsuku.
 
Apresiasi ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Ahmad Diran saat menerima kunjungan studi banding (komparasi) Kebangsaan dan Kearifan Lokal – Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi (FPK) Sumatera Utara Ke Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Rabu (13/11/2013). Pertemuan berlangsung selama 5 hari sejak 12 hingga 16 November 2013.
 
FPK Sumut dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan rombongan berjumlah 20 orang diantaranya Ketua Harian FPK Bahari Damanik, Arifinsyah, Nabari Ginting, Mantan Bupati Nias Zakaria Lafau, Mantan Pembantu Gubernur Situmorang, Sarwo Edi, Bustami Usman dan sejumlah perwakilan lainnya. 
 
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, sejauh ini belum pernah mendengar ada konflik antar suku atau etnis yang mengancam kerukunan dan keamanan di Sumut. Kerukunan tersebut layak jadi contoh daerah lain.
 
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, Pemprov Kalteng saat ini berupaya terus agar konflik Sampit tidak terulang lagi sejak bergejolak Tahun 2001 lalu. Konflik sempat meluas hingga ke ibukota Palangkaraya.
 
“Kami berharap konflik Sampit tidak terulang lagi. Kita menyadari, konflik awalnya dipicu suku pendatang dari Madura merasa lebih dominan dari Suku Dayak sebagai penduduk asli. Semoga Kalteng sama rukunya dengan Sumut,” harap Ahmad.
 
Sementara Wagub Sumut Erry Nuradi mengatakan, Sumut dan Kalteng memiliki kesamaan ragam etnis dan suku bangsa. Keberagaman tersebut berperan penting mendukung pembangunan dan kondusifitas kedua daerah.
 
Sumut memilki 8 suku asli yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota yakni Suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Simalungun, Batak Pakpak dan Nias. Selain suku asli, juga berbaur harmonis sejumlah suka nusantara Suku Minang, Jawa, Aceh, Bugis, Banten dan beberapa suku lainnya.
 
“Tidak itu saja, hidup rukun berdampingan dengan suku dan etnis dunia pendatang seperti etnis Tionghoa, Arab, Tamil dan etnis beberapa lainnya. Keberadaan suku nusantara dan etnis suku dunia pendatang saling melengkapi satu dengan lainnya. Keberagaman justru menciptakan suasana kondusif di Sumut,” ujar Erry.
 
Upaya efektif mengantisipasi benturan antarsuku adalah memberikan ruang yang sama kepada tiap suku dan etnis untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Dengan begitu, tiap suku dan etbis akan bersinergi dan saling melengkapi.
 
“Di Sumut, suku pendatang dari nusantara dan pendatang dunia menjunjung tinggi adat istiadan dan kearifan lokal yang dianut suku asli. Penduduk asli dan pendatang saling harga menghargai hingga tercipta kebersamaan,” sebut Erry.
 
Erry tidak menampik adanya benturan-benturan antarsuku di Sumut akibat kecemburuan sosial. Namun benturan tersebut tidak sampai mengganggu kondusifitas keamanan karena kedua belah pihak bersedia duduk bersama dalam mencari solusi terbaik.
 
“Pemerintah Provinsi merangkul ketua suku, pemuka adat dan pemuka agama duduk mufakat. Masalah yang terjadi tidak sampai larut menjadi permusuhan,” jelas Erry.
 
Usai pertemuan, Wagub Kalteng Ahmad Diran mengajak Wagub Sumut Tengku Erry dan rombongan mengunjungi Museum Balanga, lokasi terjadinya peristiwa Sampit 2001 lalu. Rombongan juga diajak mengunjungi sejumlah lokasi rumah adat di Kalteng. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Upaya Pemadaman Karhutla di Kalteng, Panglima TNI Tinjau Kesiapan Alutsista
Panglima TNI Tinjau Karhutla di Palangkaraya
Sempat Ditunda, Penerbangan Tujuan Bandara Silangit Kembali Normal
IMM Desak Kapolda Sumut Mundur
Gubsu dan Pangdam Layat Korban Tewas Bentrok di Karo
Pemerintah Pusat Beri Perhatian Besar di Sumut, Masyarakat Diminta Jaga Stabilitas Keamanan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker