Rabu, 29 Juli 2026

Wagub Sumut Imbau IJTI Sediakan Asuransi Bagi Anggota

Sabtu, 02 November 2013 23:45 WIB
Wagub Sumut Imbau IJTI Sediakan Asuransi Bagi Anggota
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Committee to Protect Journalists (CPJ) atau Komite untuk Perlindungan Wartawan pernah melansir bahwa jumlah wartawan yang terbunuh saat melakukan peliputan Tahun 2012 menempati urutan ketiga dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Itu artinya, profesi jurnalis merupakan salah satu bidang karir yang berbahaya. Untuk itu, jurnalis layaknya memiliki asuransi kesehatan, kecelakaan dan asuransi jiwa.
 
Imbauan tersebut dikemukakan Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi saat menerima audiensi Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Utara (Sumut) di Lantai IX Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (1/11/2013).
 
Hadir dalam ausiensi tersebut Ketua Pengda IJTI Sumut Edi Iriawan (Indosiar), Sekjen Budi Amin Tanjung (Trans 7), Kepala Bidang  Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Ahmad Zulfikar Sagala (MNC Group), Puji Santoso (Metro TV), Desi (tvOne), Cuk Arbianto (SCTV) dan Budi Satria (ANTV).
 
Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, wartawan media cetak, radio, online dan televisi menjadi target pihak tertentu yang merasa terancam dengan pemberitaan. Sejumlah wartawan juga mengalami tindak kekerasan dan penganiayaan bahkan dibunuh karena alasan tertentu seperti membocorkan penayangan kasus, seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat revolusi berlangsung Tahun 2012. Kondisi tersebut menewaskan sedikitnya 70 wartawan dengan berbagai motif yang hingga kini belum terungkap.
 
“Kita menyadari, wartawan tidak jarang melakukan tugasnya di daerah konflik yang mengancam nyawa. Semua demi menyuguhkan informasi akurat, terpercaya dan penting bagi publik,” sebut Erry.
 
Tidak hanya secara internasional, kekerasan dan penganiayaan juga dialami wartawan nasional dalam peliputan. Beberarapa diantaranya tewas dan pelakunya belum terungkap hingga kini.
 
Dengan tingginya tingkat risiko yang mengancam, IJTI sebagai organisasi yang menaungi jurnalis televisi selayaknya menyediakan asuransi kecelakaan dan jiwa bagi anggotanya.
 
“Sebagaian jurnalis memang memiliki asuransi dari kantor masing-masing. Tetapi ada baiknya IJTI menyediakan asuransi untuk anggotanya dengan merangkul pihak ketiga. Setidaknya asuransi tersebut menjadi jaminan kesehatan, kecelakaan dan asuransi meninggal dunia,” saran Erry.
 
Dalam kesempatan tersebut, Erry juga mengajak IJTI menjadi mitra Pemerintah Provinsi Sumut dalam menjalankan roda pemerintahan. Peran jurnalias sangat penting dalam mendukung pembangunan.
 
“Mari bantu Pemprov Sumut menjalankan pemerintahan. Beri kami masukan dan saran membangun agar cita-cita Sumut sejahtera dan berdaya saing bisa terwujud,” ucap Erry.
 
Sementara Ketua Pengda IJTI Sumut Edi Iriawan mengatakan, pihaknya akan menggelar Konvensi Internasional Jurnalis Televisi di Medan awal Tahun 2014 mendatang. Konvensi tersebut akan dihadiri sejumlah jurnalis televisi yang bertugas melakukan peliputan di kawasan Asia Fasifik.
 
“Konvensi Internasional Jurnalis Televisi tahun 2013 digelar di Surabaya. Tahun 2014 terjadwal di Medan. Untuk itu, kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan dukungan agar konvensi tersebut bisa terlaksana nantinya,” jelas Edi. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Travellin Syariah, Produk Unggulan Terbaru dari Adira Insurance
Pembiayaan Berbasis Syariah Kian Diminati Masyarakat Indonesia
Dukung Pemerintah, Danamon Syariah Fokus Kembangkan Pembiayaan Leasing Syariah
Maling Gasak Uang 1.100 Dolar Amerika Dari Rumah Pegawai Asuransi
Wagub Sumut Terima Kunjungan KKDN Sespimti Polri
DPRD Medan Belum Ada Komunikasi Dengan Wagub Sumut Soal Pj Wali Kota
komentar
beritaTerbaru
hit tracker