Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pangdam I/Bukit Barisan dari Mayjen TNI Lodewijk F Paulus kepada Mayjen TNI Burhanuddin Siagian di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin (3/6/2013).
Selain Pangdam I/BB, empat jabatan lainnya yang diserahterimakan seperti dilansir tniad.mil.id, yaitu Pangkostrad dari Letjen TNI Muhamad Munir kepada Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Komandan Komando Pembina Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad) dari Letjen TNI Gatot Nurmantyo kepada Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad) dari Mayjen TNI Burhanudin Siagian kepada Mayjen TNI Arief Rachman dan Kepala Staf Ahli (Kasahli Kasad) dari Mayjen TNI Arief Rachman kepada Mayjen TNI Leonardus Siegers.
Dalam amanatnya, KSAD menyampaikan bahwa sertijab adalah dinamika organisasi yang harus dilakukan dari waktu ke waktu karena organisasi membutuhkan perubahan dan pembaruan baik secara substansional maupun personal. Secara substansional artinya diperlukan pemikiran-pemikiran baru agar organisasi bisa eksis dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis. Sementara secara personal artinya jabatan merupakan sebuah proses pendewasaan kepemimpinan bagi yang bersangkutan.
Dikatakan KSAD, dahulu sering kita dengar bahwa organisasi terbaik di Indonesia adalah TNI, khususnya TNI AD. Namun sekarang kondisinya sudah berbeda. Kenapa? Tanya KSAD. Jawabannya adalah karena TNI AD tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini. Terkait dengan hal ini, KSAD membeberkan persoalan-persoalan organisasi yang sedang dihadapi, khususnya di bidang culture atau budaya. KSAD mencontohkan pendekatan kekerasan, sikap arogansi dan sikap mau menang sendiri yang dilakukan prajurit TNI AD merupakan persoalan yang belum bisa diselesaikan.
“Untuk itu, saya berharap kepada para pimpinan, para komandan, para panglima, pahamilah bahwa keinginan masyarakat saat ini terhadap sosok seorang prajurit, yaitu prajurit yang memiliki dedikasi tinggi kepada negara dan bangsa, serta prajurit TNI yang memiliki sikap rendah hati, bukan sombong dan arogan,” tegas KSAD. “Saya tidak pernah mengajarkan para prajurit saya untuk rendah diri, melainkan harus rendah hati. Karena dengan demikian masyarakat akan menyayangi prajurit TNI,” lanjut KSAD.
Dalam hal profesionalitas prajurit, KSAD berharap untuk terus ditingkatkan. Karena tidak ada maknanya alutsista yang canggih tanpa dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
Selanjutnya KSAD menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pejabat lama atas kinerja dan prestasi yang telah diberikan selama menjabat pada jabatan lamanya. Sementara kepada para pejabat yang baru saja dilantik di jabatan barunya, KSAD berpesan agar para pejabat baru ini memahami dan mempelajari apa yang telah dijalankan pejabat lama, sehingga terjadi kesinambungan tanpa putus, dan konsistensi kebijakan, sehingga prajurit di lapangan tidak menjadi bingung. Terakhir, KSAD berpesan “Kehadiran saudara-saudara di organisasi pada jabatan baru, harus bisa memberikan harapan baru, baik kepada prajurit maupun Saya selaku KSAD”. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar