Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Masih ingat pemberitaan yang menyebutkan Tahun 2013 Kota Medan bakal memiliki city check in menuju Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) atau akrab disebut Bandara Kuala Namu?
Gembar-gembor Kota Medan yang menjadi salah satu kota yang memiliki city check in di Indonesia ternyata bohong besar. Yang benar adalah Medan hanya akan memiliki city railink station (CRT) yang berfungsi mengantar penumpang yang hendak menuju Bandara Kuala Namu.
Anggota DPRD Medan Ahmad Parlindungan Batubara mengaku terkejut dengan pengakuan manajemen PT Railink yang mengatakan bahwa konsep yang dibangun saat ini bukan city check in melainkan CRT.
“Kita sama-sama ketahui, jauh-jauh hari warga Kota Medan sudah disuguhkan dengan city check in, dimana penumpang yang akan menggunakan jasa pesawat terbang bisa langsung melakukan check in di stasiun, ternyata ini tidak Medan tidak memiliki city check ini seperti yang digembar-gemborkan,” ungkap Lindung melalui telepon, Ahad (17/02/2013) sore.
Lindung menjelaskan, pihak PT KAI dan PT Railink sama-sama mengakui bahwa pasilitas check in tidak mungkin berada di statsiun KA Medan mengingat sempitnya lokasi di Statsiun KA Medan sekarang. Sebab fasilitas check in harus sangat lengkap dan seteril seperti harus ada imigrasi, metal detector dan lainnya.
“Ini yang diakui PT KAI dan Railink, bahwa di Statsiun KA Medan tidak dilengkapi dengan fasilitas city check in seperti yang pernah disuarakan jauh sebelumnya. Yang ada adalah fasilitas kereta api menuju bandara yang diperuntukkan bagi penumpang pesawat,” ungkapnya.
Diakui Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, dalam proyek perkereta apian khusus ke Bandara Kuala Namu, PT KAI dan PT Railink ternyata hanya membangun dua Stasiun KA Bandara yang lokasinya berada di Bandara Kuala Namu yang disebut dengan Airport Railink Station (ART) dan Stasiun KA Bandara yang lokasinya berada di Stasiun KA Medan yang disebut dengan City Railink Station (CRT).
“Jadi yang dari Medan dinamakan CRT dan kalau kita di Kuala Namu namanya ART,” ungkapnya.
Lindung menambahkan, dari fasilitas yang dibuat pihak PT KAI dan PT Railink di Stasiun KA Medan tergambar jika falisitas check in memang tidak ada. Fasilitas yang dimiliki dan disediakan nantinya adalah konter penjualan tiker pesawat (airlines ticket counters), tiket elektronik kereta api (e-ticketing), ruang tunggu (waiting lounge), pusat jajanan (retail comercial area), nursery, ATM center dan hotel yang disediakan di lantai V gedung KA.
“Jadi tidak ada faslitias check in. Mereka hanya menyediakan konter pembelian tiket pesawat dan tidak ada fasilitas check in,” ungkapnya.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar