Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Mantan raja tanjakan nasional Sutiyono sangat setuju jika IANI konsisten mendorong KONI Sumatera Utara (Sumut) dalam hal pembinaan atlet dan memperjuangkan terbangunnya sarana dan prasarana olahraga. Karena itu, KONI Sumut butuh sosok pemimpin yang piur peduli terhadap prestasi olahraga Sumut.
"Di olahraga ini jangan cari kerja, tapi cari prestasi. Jika prestasi dapat, kerja pasti datang sendiri. Jadi kalo di olahraga kita cari kerja, tujuannya abis, gaka da lagi tujuan lain. Tapi kalau prestasi, itu tidak akan ada habisnya," jelas Sutiyono usai rapat pengurus IANI Sumut, di Kantor Dispora Sumut, Sabtu (31/10/2015).
Hal yang sama juga disampaikan mantan petinju Sumut Ucok Tanamal. Menurutnya, banyak atlet Sumut yang baru saja meraih prestasi gemilang, malah hengkang ke provinsi lain. Hal itu terjadi, karena tidak adanya reward pemerintah kepada atlet berprestasi, terutama masa depan atlet.
"Selama ini atlet yang sudah kita bina sejak usia dini hingga ia hebat, kemudian memilih hengkang ke luar provinsi. Contohnya saja Irianto dan Joshua yang memilih pindah ke Jawa Barat. Masalahnya pemerintah gak peduli dan gak mau memberi pekerjaan untuk mereka, padahal mereka telah mengharumkan nama Sumut di kejuaraan nasional. Saya pribadi berharap, IANI dapat menjembatani masalah ini agar tidak terulang. Kalo ini berlanjut, jangan harap prestasi olahraga Sumut bangkit," bebernya.
Rapat pengurus IANI Sumut dihadiri lebih 30 mantan atlet Sumut yang pernah menorehkan prestasi dan mengharumkan provinsi di kejuaraan nasional, seperti Binson Simbolon (tinju), Syamsul Bachri (karate), Sutrisno (sepak bola), Sukraj Singh (atletik), Kotma Dearma (wushu). Kemudian Asnawi (angkat besi), Josep yos (judo), dan Sutiyono (balap sepeda). (BS-030)
Tags
beritaTerkait
komentar