Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Badai dualisme kembali melanda PSMS Medan. Bedanya, jika sebelumnya terjadi dualisme kepengurusan, kali ini malah muncul dualisme manajemen tim.
Munculnya dua manajemen tersebut berawal dari Nota Tugas No: 2/PSMS/I/K/2015 yang dikeluarkan Ketua Umum PSMS Indra Sakti Harahap.
Isi nota tugas itu menunjuk Ahmad Rivai sebagai manajer tim dan diberi tugas mempersiapkan tim menghadapi Divisi Utama 2015.
Anehnya, penunjukan manajer baru itu justru di saat manajemen lama masih dalam status aktif dan sah.
Alhasil, dualisme manajemen pun tidak terhindarkan di tubuh PSMS yang menyebabkan permasalahan baru.
Parahnya, dualisme manajemen tersebut nyaris saja memicu bentrokan antarmanajemen saat dua tim Ayam Kinantan dari dua manajemen yang berbeda sama-sama menggelar latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/1/2015) kemarin.
"Enak saja mau bentuk tim baru, yang lama saja gajinya belum dibayar. Gitulah kalau manusia yang tidak mengerti berorganisasi! Buat keputusan seenaknya saja tanpa mengikuti aturan yang ada dalam organisasi," kata Legirin di Medan, Selasa (6/1/2015).
Legirin mengatakan seharusnya ketua umum sadar, bahwa selama ini manajemen sudah berusaha habis-habisan mempertahankan tim ini.
"Indra Sakti itu banci dan tidak pantas menjadi ketua di klub sebesar PSMS! Cocoknya jadi ketua di SSB saja. Kalau memang mau bentuk manajemen baru, bayar dululah gaji kami, bukan seenaknya saja dibiar-biarkan seperti ini," tegasnya.
Sementara, CEO PSMS Sunardi A, mengaku bersama beberapa anggota manajemen telah melakukan rapat membahas pembentukan manajemen baru.
Dalam rapat tersebut, pihaknya meminta Ketua Umum PSMS Indra Sakti Harahap, segera membatalkan nota tugas manajemen baru karena dianggap ilegal.
"Kalau dia (Indra Sakti) mengerti pasti pembentukan manajemen baru ini tidak dilakukan karena tidak ada dasarnya. Ini kan berarti dia bertindak semena-mena, karena pembentukan itu diputuskan sepihak tanpa adanya mekanisme rapat dengan pengurus lainnya," tegasnya.
(BS-030)
Tags
beritaTerkait
komentar