Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Non Aktif, Bambang Widjojanto, menghadiri Gelar Perkara: Pemidanaan Yang Dipaksakan.
Gelar perkara kriminalisasi yang diinisiasi oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasaan (Kontras) Sumatera Utara ini, diadakan di Ballroom Swiss Bell Inn, Jalan Surabaya, Medan, Senin (7/9/2015).
BW sapaan akrabnya memaparkan kriminalisasi yang terjadi di negara ini. Ia mencontohkan seperti yang dialaminya, pada 23 Januari 2015 lalu. Ia ditangkap oleh Bareskrim Polri ketika hendak mengantar anaknya sekolah.
"Ada beberapa kasus kriminalisasi yang terjadi di Indonesia, yakni kasus kriminalisasi masyarakat adat Paser, kasus kriminalisasi masyarakat adat Long Isun, dan berbagai kasus lainnya," jelasnya.
Ditambahkan, gelar perkara juga bukan semena-mena menjadikan aparat sebagai penegak hukum yang superior.
Gelar perkara kali ini dilakukan sebagai tindak lanjut aparatur negara yang menjadikan kasus kriminalisasi sebagai peredam aktifitas KPK dengan menjadikan BW sebagai tersangka.
Kata kriminalisasi, kata BW, sempat menjadi trending topic. "Bahkan presiden sempat menegaskan, kriminalisasi jangan dijadikan suatu penyerapan anggaran," ujarnya.
Koordinator Kontras Sumut Herdensi Adnin mengungkapkan, gelar perkara ini bukanlah seperti yang dilakukan oleh penegak hukum, namun sebagai bentuk protes bagi penegakan hukum yang tidak sesuai dengan kenyataan.
"Gelar perkara ini berangkat dari maraknya kasus kriminalisasi di Indonesia yang pemidanaannya terkesan dipaksakan oleh aparat penegak hukum," katanya.
Dijelaskannya, saat ini masih minim akses hukum bagi masyarakat kalangan ke bawah.
"Kita juga melakukan gelar perkara, berangkat dari banyaknya kasus penyiksaan tahanan yang dilakukan oleh penegak hukum," ungkapnya.
Dengan adanya gelar perkara ini, diharapkan dapat mendorong strategi advokasi dan mengusut tindak pidana yang terkesan dipaksakan.
"Gelar perkara ini dimaksudkan sebagai kampanye untuk membuka mata penegak hukum seperti kasus BW dan Abraham Samad merupakan puncak gunung es yang tengah terjadi di masyarakat," pungkasnya. (BS-031)
Tags
beritaTerkait
komentar