Minggu, 28 Juni 2026

Oknum Sabhara Polresta Medan Dilaporkan Aniaya Wartawan

Selasa, 07 April 2015 11:45 WIB
Oknum Sabhara Polresta Medan Dilaporkan Aniaya Wartawan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Seorang wartawan Harian Andalas bernama Thamrin Samosir (25) diduga dianiaya puluhan oknum Sabhara Polresta Medan di areal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Ahad (5/4/2015) malam.

Informasi dihimpun, Senin (6/4/2015), kejadian berawal saat korban meliput konser Vierralatte di PRSU.

Saat itu puluhan Sabhara Polresta Medan mengamankan lima orang pemuda karena berbuat onar. Selanjutnya, kelima pemuda tersebut dibawa ke pos satpam untuk diinterogasi.

Korban yang melihat lalu mencari tahu dan melakukan peliputan terhadap kelima pemuda yang diamankan tersebut.

Saat bersamaan, pengunjung PRSU yang melihat kejadian itu langsung beramai-ramai mendatangi pos satpam.

Melihat ramainya pengunjung, puluhan Sabhara Polresta Medan lalu membubarkan pengunjung.

"Saat saya di sana, beberapa oknum Sabhara Polresta Medan mengusir saya juga. Padahal saya datang untuk meliput kejadian itu," jelas korban saat membuat laporan di SPKT Polresta Medan sesuai laporan Nomor LP/807/IV/SPKT/2015/Resta Medan.

Korban sempat memberitahu kepada oknum Sabhara Polresta Medan bahwa dirinya adalah wartawan.

Namun, oknum Sabhara tidak memperdulikan dan malah memarahi dirinya.

"Sudah saya bilang wartawan, tapi mereka tidak peduli. Mereka bilang, kalau kau wartawan kenapa rupanya," ujarnya sembari menirukan perkataan oknum Sabhara tersebut.

Oknum Sabhara Polresta Medan yang emosi, lalu beramai-ramai menganiaya korban.

"Entah berapa kali pukulan mendarat di bagian wajahku. Disitu mereka sempat mengatakan wartawan mana kau. Aku jawab wartawan harian Andalas," jelasnya.

Salah satu oknum Sabhara bernama Bripda M Ageng Pratama malah mengaku dirinya adalah keponakan wartawan senior Hendra DS.

"Disitu dibilangnya dia keponakan Hendra DS. Besok udah dipecatnya kau dari wartawan. Biar tau kau ya," jelasnya.

Setelah puas mengeroyok dan memaki-maki korban, seorang Katim Sabhara Polresta Medan bernama Aiptu Refrinda menyuruh anggotanya  untuk kembali ke sepeda motor mereka.

"Katimnya sempat nenangin saya, tapi saya bilang saya akan melanjutkan kasus ini sesuai dengan peraturan yang berlaku," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang oknum Sabhara Polresta Medan bernama Bripda M Ageng Pratama membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban.

"Tidak ada kami memukul dia, lihat saja ada mukanya memar rupanya," jelasnya.

Dirinya mengaku hal ini merupakan bentuk kesalahpahaman. "Ditantangnya kawanku. Katanya macam betul aja polisi ini semua. Tersulut emosi kawanku, ditariknya baju wartawan itu," jelasnya.

Ia mengaku, rekan-rekan sesama Sabhara yang melihat langsung melerai keduanya. 

"Kami melihat langsung melerainya. Jadi tak ada kami memukul dia. Orang tuanya polisi, tapi dihinanya polisi seperti itu. Katim kami juga melerai kejadian itu," jelasnya.

Dirinya mengaku, korban juga mengatakan bahwa bahwa penjagaan yang kami lakukan adalah ilegal.

"Katanya penjagaan kami ilegal dan hanya untuk mencari uang. Padahal ini langsung perintah Kapolresta Medan dan ada surat perintahnya. Jadi tidak pantas dia ngomong seperti itu. Kita sama wartawan kan mitra, jadi tidak mungkin kami lakukan seperti itu," ujarnya.

Sementara, Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Tris Lesmana Zeviansyah saat dikonfirmasi mengatakan tengah menyelidiki kasus ini. 

"Masih kita lidik dan akan kita panggil anggota untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya," pungkasnya. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Razia Gabungan Sabhara Polresta Medan dan Polsek Medan Baru, 16 Orang Diamankan
FJM Demo Desak Tindak Tegas Oknum Polisi Diduga Aniaya Wartawan di Paluta
Sabhara Polresta Medan Amankan Tiga Bandar Ekstasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker