Selasa, 30 Juni 2026

Beli Parfum, Jangan Tergoda Wanginya

Rabu, 06 April 2016 17:18 WIB
Beli Parfum, Jangan Tergoda Wanginya
Beritasumut/Ilustrasi
Parfum
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Beragam jenis dan merk parfum saat ini beredar luas di Kota Medan.Jika Anda ingin membeli, hal utama yang harus Anda perhatikan adalah jangan tergoda pada wanginya.Lebih baik Anda mencobanya sedikit di tubuh, pada pergelangan tangan misalnya. Tunggu beberapa menit, apabila ada rasa sakit pada kulit Anda harus waspada.

"Agar kejadian itu tidak terjadi, ada trik untuk menyiasatinya, salah satunya adalah dengan mencoba sedikit saja dari parfum yang akan digunakan, jika setelah di coba tidak ada efek negatif, seperti gatal-gatal atau panas ditempat yang di semprotkan tadi, itu tidak masalah, tapi kalau ada keluhan seperti hal itu, lebih baik jangan memakainya," papar Dr Irwan Fahri Rangkuti SpKK, salah seorang dokter yang bertugas di RSU Pirngadi.

Lebih jauh Dr Irwan mengatakan, apabila Anda mengalami gejala seperti di atas setelah mencoba atau memakai parfum, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit. Karena mungkin saja kulit Anda terkena penyakit kulit (dermatitis kontak).

Dermatitis Kontak secara umum merupakan penyakit spesifik-lingkungan, yaitu suatu peradangan kulit akibat bahan yang berasal dari lingkungan. Terdapat dua jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) dan dematitis kontak alergik (DKA). Kedua jenis tersebut kadang-kadang sangat sukar dibedakan secara klinis, meskipun keduanya berbeda dalam patogenesis yang mendasarinya. Insidendermatitis kontak iritan lebih tinggi dibandingkan dengan dermatitis kontak alergik.

Dermatitis kontak iritan merupakan kelainan sebagai akibat pajanan dengan bahan toksik non-spesifik yang merusak epidermis atau dermis. Umumnya setiap orang dapat terkena, bergantung pada kapasitas toleransi kulitnya. "Penyakit tersebut mempunyai pola monofasik, yaitu kerusakan diikuti dengan penyembuhan," sebut Dr Irwan.

Dermatitis kontak iritan dapat terjadi melalui dua jalur: efek langsung iritan terhadap keratinosit dan kerusakan sawar kulit (seperti terlihat pada gambar). Efek langsung iritan pada keratinosit, pada DKI akut, penetrasi iritan melewati sawar kulit akan merusak keratinosit dan merangsang pengeluaran mediator inflamasi diikuti dengan aktivasi sel T. Selanjutnya terjadi akumulasi sel T dengan aktivasi tidak lagi bergantung pada penyebab. 

Hal tersebut dapat menerangkan kesamaan jenis infiltrat dan sitokin yang berperan antara DKI dan DKA. Peradangan hanya merupakan salah satu aspek sindrom DKI. Apabila terjadi pajanan dengan konsentrasi suboptimal maka reaksi yang terjadi langsung kronik.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Bebas Metanol dan Bersertifikat BPOM, Begini Tampilan Farah Parfum, Harumnya Tak Bikin Kantong Jebol
Unimed Bantu Kembangkan UKM Club Parfum Deli Serdang Melalui PKM
Tak Sekedar Jadi Bahan Masak, Mahasiswa Unimed Manfaatkan Andaliman sebagai Parfum
Parfum, Pelengkap Penampilan Seseorang
Parfum, Standart Penilaian Kepribadian Seseorang
Waspadai Parfum yang Anda Pakai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker