Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menurut Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas.
Terkait masih adanya aktivitas warga di zona larangan kawasan dilarang beraktivitas di sekitar Gunung Sinabung, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat nekat melanggar larangan masuk ke desanya.
"Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya," ujar Sutopo, Minggu (22/05/2016).
Dikatakannya, pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.
Diingatkannya, Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. "Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi," tambahnya.(BS01)
Tags
beritaTerkait
komentar