Kamis, 30 April 2026

Alasan Ekonomi Picu Masyarakat Langgar Zona Larangan Gunung Sinabung

Minggu, 22 Mei 2016 09:20 WIB
Alasan Ekonomi Picu Masyarakat Langgar Zona Larangan Gunung Sinabung
beritasumut.com/ist
Gunung Sinabung
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menurut Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas.

Terkait masih adanya aktivitas warga di zona larangan kawasan dilarang beraktivitas di sekitar Gunung Sinabung, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat nekat melanggar larangan masuk ke desanya.
 
"Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya," ujar Sutopo, Minggu (22/05/2016).

Dikatakannya, pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.

Diingatkannya, Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. "Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi," tambahnya.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2
Taput Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 4.2
Gempa Tektonik Magnitudo 3,1 Guncang Tapanuli Tengah
Kota Sibolga dan Sekitarnya Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 4,5
Gempa Tektonik Magnitudo 5,4 Guncang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Pantai Barat Sumatera Aceh
komentar
beritaTerbaru
hit tracker