Kamis, 30 April 2026

Pameran Palmex Indonesia 2015 Digelar

Selasa, 03 November 2015 15:12 WIB
Pameran Palmex Indonesia 2015 Digelar
Istimewa
Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan membuka secara resmi Pameran Palm Oil Expo Asia (Palmex) Indonesia 2015, di Santika Dyandra Hotel and Convention Centre, Medan, Selasa (3/11/2015). 
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan membuka secara resmi Pameran Palm Oil Expo Asia (Palmex) Indonesia 2015, di Santika Dyandra Hotel and Convention Centre, Medan, Selasa (3/11/2015). Pameran akan berlangsung hingga 5 November mendatang.

Dalam sambutannya, Randiman, mengatakan, Palmex Indonesia 2015 memiliki arti penting dan strategis untuk mengenalkan teknologi terbaru dalam mengolah kelapa sawit dan turunannya.

"Sumut merupakan salah satu produsen industri kelapa sawit terbesar di Indonesia dan juga lokomotif perkembangan industri kelapa sawit," katanya.

Melalui pameran ini, Randiman berharap dapat menjadi sarana untuk mendukung sektor kelapa sawit dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha, industri dan masyarakat.

"Dari sisi pemasaran, pameran ini kiranya mampu menjembatani pelaku usaha, industri dan masyarakat dengan informasi yang seluas-luasnya," jelasnya.

Managing Director PT Firewoks Indonesia selaku penyelenggara Palmex 2015, Kenny Yong mengatakan, pameran ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal lebih dari 22 negara di dunia.

"Pameran ini menampilkan perkembangan terbaru teknologi dan peralatan kelapa sawit. Ini merupakan pameran yang diadakan ketujuh kalinya," ujarnya.

Pameran ini, katanya, merupakan satu-satunya pameran industri kelapa sawit yang mengumpulkan industri hulu dan hilir, serta industri pendukung lainnya.

"Dipilihnya Sumatera Utara, khususnya Medan sebagai tempat pameran, karena memiliki pusat perkebunan, pabrik pengolahan dan produsen kelapa sawit," jelasnya.

Diungkapkannya, para peserta pameran menghadirkan berbagai pilihan teknologi, produk, serta solusi terbaru yang diperlukan untuk pengolahan kelapa sawit.

Berbagai terknologi yang meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerja pabrik kelapa sawit dan juga untuk menambah produksi dalam waktu yang bersamaan serta ramah lingkungan.

"Salah satu mesinnya adalah Chicago Blower yang dipamerkan oleh PT Super Andalas Stell. Mesin ini berfungsi untuk menghasilkan udara dalam kapasitas cukup besar. Mesin ini biasanya dipakai untuk pabrik kelapa sawit, pabrik karet, pabrik kayu, pabrik kertas dan lainnya," katanya.

Dirinya menilai, animo pelaku industri kelapa sawit terhadap pameran ini semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan yang berpartisipasi di pameran dan jumlah pengunjung yang meningkat setiap tahunnya.

"Kita optimistis tahun ini akan mencapai transaksi on- the spot senilai USD 5 juta," pungkasnya.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustian Pranata dalam sambutannya mengatakan, CPO dan produk turunannya dinilai  telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pemerintah. Karena itu, pemerintah secara khusus terus melakukan pengamatan guna mendukung perkembangannya.

"Hingga kini, CPO dan turunannya telah memberikan kontribusi lebih 20 miliar US Dollar. Dari situ, sekitar 20 persen merupakan pendapatan dari non migas. Ini merupakan angka yang pantastis dan menjadi perhatian kita semua," katanya.

Menurutnya, bagi Indonesia kelapa sawit adalah anugerah tak ternilai, karena  tidak semua negara dapat memiliki tanaman tersebut untuk dikembangkan.

"Untuk itu kita mengharapkan agar industri sawit dapat mengakar di Indonesia, sehingga berbagai kegiatan seperti ini akan hadir dan peluang untuk mendatangkan investor lebih terbuka. Ini merupakan pamerean ke tujuh yang digelar," jelasnya.

Diungkapkannya, industri CPO dan turunannya tumbuh dan berkembang sekitar 6 sampai 7 persen setiap tahunnya.

"Dengan pertumbuhan ini, kapasitas kita sampai saat ini mencapai 37 juta ton per tahun. Diharapkan dalam lima tahun ke depan dapat menjadi 47 ton per tahun. Kondisi ini harus kita carikan jalan keluar, agar dapat menjadi nilai tambah," katanya.

Dijelaskannya, pemerintah pada Tahun 2010 telah menerbitkan Inpres No 1 Tahun 2010. Melalu Inpres itu, telah mencapai realisasi dan telah ditindaklanjuti beberapa regulasi oleh Kementerian Perindustrian.

"Pada Tahun 2011, produk CPO dan turunannya telah dikenakan biaya keluar. Ini dilakukan guna selalu menjaga ketersediaan CPO dalam negeri. Sehingga proses regulasinya dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Pada Tahun 2014, katanya, CPO dan turunan telah menuai hasil yang pantastis.

"Di Tahun 2010 hingga 2011, kita lihat komoditi sawit hanya terdiri atas 50 produk, namun dengan kebijakan ini mengalami peningkatan hingga 150 jenis produk yang dihasilkan. Kita bisa pertahanankan dan kembangkan, jika dilakukan langkah- langkah yang lebih pro terhadap proses ini," akunya.

Dalam pengembangan CPO dan turunannya, pemerintah fokus dengan tiga perkembangan yaitu, pengembangan pertahanan pangan, pengembangan energi, pengembangan produk nilai tambah tinggi.

"Khusus untuk ketahanan pangan, berbagai upaya kita lakukan dan sampai saat ini kita dapat memproduksi minyak goreng 20 juta ton per tahun. Ini dapat kita banggakan, karena kebutuhan minyak goreng dalam negeri dapat kita penuhi dan melakukan ekspor dalam jumlah besar," ungkapnya.

Untuk ketahanan energi, jelasnya, pada Tahun 2015 telah dicanangkan tentang pencampuran bio solar dengan minyak kelapa sawit. Dimana, bahan bakar solar 15 persennya memakai campuran minak kelapa  sawit.

"Ini untuk mengembalikan harga CPO yang kini mengalami penurunan. Pada tahap kedua akan kita lakukan riset tentang premium yang akan dicampurkan dengan minyak kelapa sawit," ujarnya.

Pranata mengatakan, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah melakukan MoU untuk mengembangkan produk hilir kepala sawit. Hal ini dikarenakan kedua negara ini 80 persen memilik produk kelapa sawit.

"Dengan adanya kerja sama ini, dapat menjadi midle dalam pengembangan kelapa sawit. Kerjasama ini akan terus kita lakukan," pungkasnya. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker