Rabu, 29 April 2026

Meski Penjualan Turun 21 Persen, Industri Sepeda Motor Indonesia Masih Nomor 3 Dunia

Selasa, 13 Oktober 2015 22:24 WIB
Meski Penjualan Turun 21 Persen, Industri Sepeda Motor Indonesia Masih Nomor 3 Dunia
Setkab
Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata didampingi Menperin Saleh Husin dan pengurus Gaikindo memberikan keterangan pers, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Seiring perlambatan ekonomi di tanah air, jumlah kendaraan bermotor roda dua yang diproduksi anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang Tahun 2015 ini diperkirakan hanya mencapai 6,3 juta unit, atau turun dibanding Tahun 2014 sebanyak 7-9 juta unit.

Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata menjelaskan, saat ini pasar sepeda motor turun 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari kapasistas produksi sebanyak 9,6 juta unit hanya terpakai 65 persen. Walau demikian, Indonesia tetap menjadi pemain nomor tiga di dunia setelah RRC dengan 21 juta, India 15 juta, dan Indonesia di Tahun 2011 mencapai 8 juta unit kendaraan terpasang.

"Ini merupakan jumlah yang mendukung skala ekonomi kita dan juga termasuk daya saing kita," ujar Gunadi kepada wartawan usai bersama pengurus AISI dan Gaikindo diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dilansir situs Setkab RI, menurut Gunadi, dengan kapasitas produk 9,6 juta, industri sepeda motor Indonesia telah menyerap tenaga kerja dari hulu sampai hilir sebanyak 2 juta orang, termasuk mereka yang bekerja di bengkel industri, pendanaan, dan juga yang terlibat langsung dengan produksi.

"Dengan 2 juta orang ini kita bisa mencapai 85 persen, jika ditanya sisanya 15 persen itu apa seperti di otomotif roda empat ternyata lingkupnya pada di komponen-komponen khusus yang merupakan bahan baku berupa baja, besi, plastik dan komponen bahan baku lainnya," beber Gunadi.

Ditambahkan Gunadi, dukungan industri sepeda motor kepada negara berupa pajak baik ke daerah maupun ke pusat mencapai sekitar Rp14 triliun.

Selain itu, dari 6,3 juta penjualan sepeda motor tercatat pada 2014 telah dieskpor sebanyak 41.000 unit, dan tahun ini diperkirakan akan naik sekitar 440 persen. 

"Kami perkirakan dan meyakinkan kepada Presiden, sampai 2019 ekspor kita akan mencapai 1.000 persen," kata Gunadi.

Keyakinan tersebut, menurut Gunadi, jika pada awalnya pasar sepeda motor ini di negara belum maju dan terbatas, namun saat ini ada tren di negara maju yang biasa pasar sepeda motor besar 250 cc ke atas mulai beralih pada sepeda motor kecil karena penggunaannya yang lebih rasional.

"Dan lagi negara maju ini jika mengeluarkan uang 1.000 Dolar untuk membeli sepeda motor tidak ada artinya, sehingga saat ini perkembangan pasar motor di Eropa misalnya Jerman, Inggris, Belanda, dan lainnya cukup menggembirakan. Juga ekspor ke Jepang dan daerah Pasifik tetap merupakan hal yang akan dikejar oleh industri kami," papar Gunadi.

Ketua AISI meyakini, 5-10 tahun lagi sepeda motor untuk jenis 100-150 cc akan menjadi produk yang diminati karena di Indonesia sepeda motor yang terjangkau akan menggerakkan kegiatan ekonomi. Karena itu, Gunadi yakin pasarnya akan tetap tumbuh.

Catatan lagi, bahwa ternyata ada pergeseran keluar daerah Jawa karena pendapatan daerah Jawa juga meningkat. Jika komoditi di luar Jawa ini cukup bagus maka peningkatan pasar di luar Jawa akan cukup besar. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker