Kamis, 30 April 2026

Dirut Bulog: Daging Sapi Dijual Rp100 Ribu, Sudah Untung Rp10 Ribu

Selasa, 11 Agustus 2015 14:44 WIB
Dirut Bulog: Daging Sapi Dijual Rp100 Ribu, Sudah Untung Rp10 Ribu
Setkab
Djarot Kusumayakti.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengemukakan, pihaknya siap bekerja sama dengan feedloter (perusahaan penggemukan sapi) dalam membangun sinergi agar bisa memproses daging sapi dalam harga yang wajar, dan mengontrolnya sampai ke lapak.

Kepada wartawan yang mencegatnya seusai rapat kordinasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/8/2015) malam, Djarot menjelaskan, saat menjelang Lebaran lalu ia melihat harga daging secondary berada di posisi Rp88 ribu. Namun di sisi lain, harga di pasaran mencapai Rp120 ribu - Rp130 ribu.

"Artinya kan keliru. Saya laporkan kepada beliau-beliau yang punya kompetensi, itu ada yang keliru karena Bulog menjual Rp88 ribu dengan overhead impas. Kalau saya mau naikkan Rp90 ribu, Anda sudah ada untung sedikit. Sehingga kalau ke mereka kita kasi room laba sekitar Rp10 ribu, mestinya di bawah Rp100 ribu," jelas Djarot, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.

Hal itu, menurut Dirut Perum Bulog itu, yang perlu disosialisasi bersama supaya sama-sama bisa bertahan. "Saya ingin harganya average dibawah Rp100 ribu," ujarnya.

Mengenai operasi pasar yang dilakukan Bulog, menurut Djarot, pihaknya ingin konsentrasi di beberapa titik, Jakarta, Jawa Barat, Serang. Tetapi kalau memang dibutuhkan untuk diperluas, tentu akan diperluas.

Tetapi Dirut Perum Bulog itu mengingatkan, bahwa stok daging Bulog hari ini di kisaran 190 sama 275 ton, kira-kira 465-an ton. Jumlah ini tentu tidak bisa menggapai semuanya.

Karena itu, Djarot berharap teman-teman yang berdagang, kembali berdagang. "Kalau butuh supply dari kami, akan kami kasi tambahan supply dari kami. Yang penting, mari kita tidak mengambil margin berlebihan sehingga teman-teman pasar yang membutuhkan daging tidak bergitu berat," pintanya.

Kalau nanti impor dalam bentuk sapi nanti sampai selesai di pelabuhan, kata Djarot, tentu Bulog akan lebih leluasa lagi. "Yakinlah Bulog tidak cari untung, hanya sebagai stabilisator harga dan penyangga keberadaan barang," tegas Djarot.

Dirut Perum Bulog itu mengemukakan, kalau masalah stabilitas dan penyangga daging sapi itu dibebankan kepada Bulog, maka Bulog harus mempersiapkan logistik yang memadai. Menurut Djarot, logistik Bulog hari ini ada, tetapi untuk nasional tidak kuat, karena itu dibutuhkan fasilitas impor.

Dengan fasilitas impor 50 ribu, Djarot menjamin logistik Bulog cukup. "Pada saat itu saya bisa mengajak teman-teman, paling tidak kami sebagi price leader, karena kami mempunya kemampuan. Belum lagi kalau pemerintah membuat skema system ke depan, saya kira kita bisa menjadi price leader," pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kebijakan Impor Jeroan Sapi Dinilai Sebagai Langkah Mundur
Dua Hari Lagi Lebaran, Harga Daging Sapi di Binjai Melonjak Naik
Bisnis Ilegal Daging Sapi oleh Oknum TNI Berhasil Dibongkar
Pemkab Humbahas Jalin Kerjasama dengan BPTU-HPT Siborongborong
Perbaikan Genetika Sapi Lokal dengan Transfer Embrio
KPPU RI Sidak Distributor Bawang Merah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker