Jumat, 26 Juni 2026

Investor Indonesia Harapkan Imbal Hasil Investasi 14,5 Persen di Tahun 2015

Jumat, 20 Maret 2015 15:39 WIB
Investor Indonesia Harapkan Imbal Hasil Investasi 14,5 Persen di Tahun 2015
Istimewa
Alasan untuk kepuasan dengan kinerja investasi Tahun 2014.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Dalam pengambilan keputusan investasi, investor Indonesia mengandalkan faktor keberuntungan, menurut hasil riset terbaru dari Manulife. Dengan mengandalkan faktor hoki, investor Indonesia berharap dapat meraih imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen di Tahun 2015, walaupun 68 persen investor akan menyimpan dananya pada tabungan atau deposito.

Sebanyak 81 persen investor Indonesia mengatakan bahwa mereka puas dengan imbal hasil investasi mereka di Tahun 2014, yang ditempatkan pada tabungan atau deposito, properti dan asuransi. Jumlah investor yang puas ini lebih tinggi dibandingkan dengan di negara Asia lainnya. Namun, ketika ditelusuri lebih lanjut, alasan di balik kepuasan tersebut menunjukkan suatu pola yang mengkhawatirkan. Lebih dari setengah investor yang merasa puas (54 persen) mengaitkan kesuksesan mereka dengan "faktor keberuntungan", sementara lebih dari seperempat investor mengaitkannya dengan alasan "kejadian yang tidak terduga". Tidak terlihat adanya indikasi pengambilan keputusan investasi yang berdasarkan keahlian yang mumpuni. Sebagai perbandingan, di negara-negara Asia lainnya, para investor yang merasa puas mengaitkan kesuksesan mereka dengan pengelolaan investasi yang bijaksana, termasuk secara aktif melakukan rebalancing dan diversifikasi portofolio serta mengambil risiko dalam jumlah yang tepat.

Investor Indonesia juga paling bullish ketika ditanya tentang proyeksi imbal hasil investasi di Tahun 2015. Hampir seperempat investor (24 persen) berharap mendapatkan imbal hasil investasi sebesar 20 persen atau lebih, dan secara rata-rata investor Indonesia mengharapkan imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen, jauh di atas angka investor di Asia yang mengharapkan 10,2 persen.

Namun demikian, 68 persen investor Indonesia berencana untuk terus menambah porsi dana tunai selama enam bulan ke depan, dan 56 persen ingin menambah porsi investasi di properti.

"Porsi alokasi yang besar pada  tabungan/deposito dan properti sebenarnya tidak sejalan dengan harapan investor yang menginginkan imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen di tahun 2015," jelas Putut E Andanawarih, Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dalam siaran pers, Jumat (20/3/2015).

"Tingkat suku bunga deposito di Indonesia saat ini hanya setengahnya, yaitu sekitar 7-8 persen dan menurut pemerintah Indonesia akan ada kenaikan inflasi sebesar 3-5 persen pada Tahun 2015, yang artinya imbal hasil dari simpanan di bank akan jauh lebih rendah," pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker