Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Guna mendongkrak hasil produksi kedelai asal Sumatera Utara (Sumut), Dinas Pertanian Provinsi Sumut memprogramkan melakukan penanaman kedelai hingga 16.000 hektare tahun ini.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Sumut John A Sinaga mengungkapkan, capaian itu dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam memproduksi kedelai. Disamping jagung dan padi, kedelai juga merupakan salah satu komoditi yang harus digenjot produksinya dalam swasembada pangan nasional.
"Jadi pada tahun ini, diprogramkan penanaman kedelai hingga 16.000 ha. Lokasinya di Deli Serdang, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Serdang Bedagai, hingga Langkat," ungkap John di Medan, Senin (16/3/2015).
John menyebutkan, saat ini untuk Kabupaten Deli Serdang, realisasinya telah berjalan. Di sana, komoditi kedelai telah berhasil ditanam seluas 1.200 hektare.
Selain itu, lanjutnya, dengan adanya program gerakan pengelolaan tanaman terpadu, melalui bansos yang diberikan langsung ke rekening kelompok tani diharapkan dapat menumbuhkan minat petani dalam menanam kedelai. Dengan adanya bansos, petani tidak perlu lagi mengeluarkan modal karena sudah dibiayai pemerintah.
"Secara teknis, jumlah tersebut dapat tercapai. Tetapi dalam mengembangkan kedelai ini banyak hal yang menjadi persoalan," jelasnya.
Salah satunya adalah persoalan harga. Meski Tahun 2013 lalu sudah ada SKB yang menyatakan bahwa harga beli untuk kedelai dari petani sebesar Rp7.500 per kg, tetapi nyatanya petani masih tetap menjual kedelai dengan harga berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kg.
Alhasil dengan harga yang rendah itu, petani lebih berpikir untuk mengembangkan komoditi lain semisal jagung. Karena hal itu dianggap petani lebih menguntungkan.
"Untuk di Sumut SKB itu belum terfasilitasi. Saya tidak tahu kenapa, yang bisa menjawabnya adalah Bulog, karena itu wewenang mereka," sebutnya.
Dengan adanya program penanaman tersebut, sambung John, di Sumut tanaman kedelai di tahun ini paling tidak diharapkan mencapai 12.000 ha, naik dari tahun lalu sebesar 6.000 ha. Sedangkan untuk produksinya, pada tahun ini ditargetkan mencapai sebesar 1,2 ton per ha, naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 1 ton per ha.
"Itu hanya bisa tercapai jika seandainya harga kedelai betul-betul berlaku sebesar Rp7.500 per kg. Jika tidak, maka akan sulit," pungkasnya.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar