Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji 12 kg membuat pusing masyarakat. Kenaikan akan memicu inflasi dan menambah beban oleh masyarakat.
"Kenaikan harga bensin dari Rp6.600 menjadi Rp6.800 per liter dan dan elpiji mengalami kenaikan Rp5.000 per tabung menjadi Rp134.700 per tabung sangat membebani masyarakat. Apalagi saat ini beban masyarakat sudah cukup berat akibat kenaikan harga beras yang diduga akibat permainan mafia beras," kata Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsume (LAPK) Farid Wajdi di Medan, Senin (2/3/2015).
Ditambahkannnya, alasan pemerintah menaikkan harga untuk menjaga kestabilan ekonomi dinilai tidak masuk akal.
"Seharusnya, pemerintah membuat kebijakan tepat terkait harga bensin dan elpiji 12 kg. Jika harga kedua jenis bahan bakar ini dibiarkan mengikuti harga pasar, akan sulit meredam inflasi," ungkapnya.
Mekanisme harga BBM yang naik turun ini juga akan membuat pengusaha lebih sulit dalam membuat perhitungan harga.
Misalnya, ketika harga BBM naik per November 2014, mereka sudah terlanjur menaikkan harga produk-produknya.
"Para pengusaha transportasi juga sudah menaikkan tarifnya. Ketika harga BBM turun, mereka tidak mau menurunkan harga dengan alasan harga-harga lain juga tidak turun. Akhirnya, masyarakat juga harus menanggung. Intinya, efek naik turun harga BBM makin menambah pusing masyarakat," pungkasnya.
(BS-031)
Tags
beritaTerkait
komentar