Rabu, 29 April 2026

Keliru, Beli Emas Untuk Cover Kenaikan BBM

Rabu, 05 November 2014 21:12 WIB
Keliru, Beli Emas Untuk Cover Kenaikan BBM
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Banyak masyarakat berpendapat, jika inflasi mengalami kenaikan, maka emas dapat dijadikan sebagai instrumen investasi yang mampu mengcover kenaikan harga. Namun pendapat tersebut tidak selalu relevan, khususnya dengan kondisi saat ini.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, saat ini tengah terjadi tren penurunan harga emas dalam jangka panjang, yang bisa membuat investor merugi. Seperti jauh hari sebelumnya emas sudah diperkirakan akan menemui masa suramnya.

Tekanan harga emas datang setelah mata uang US Dollar menguat secara meyakinkan setelah data-data ekonomi AS membaik. Ke depan kenaikan suku bunga acuan yang ada di AS diyakini akan datang dalam waktu dekat, yang nantinya akan membuat mata uang US Dollar kembali mengalami penguatan.

“Baik emas maupun mata uang saat ini merupakan komoditas investasi, dimana didalamnya ada begitu banyak ekspektasi bahkan spekulasi yang membentuk harga emas itu sendiri,” kata Gunawan di Medan, Rabu (5/11/2014)

Gunawan juga menyebutkan, kenaikan suku bunga The FED Fund Rate yang diperkirakan akan dinaikkan secara bertahap, bisa membuat emas melemah dalam tahapan yang tidak jauh berbeda. Penguatan US Dollar yang secara signifikan memang akan memberikan tekanan terhadap perekonomian AS, karena ekspor kurang begitu bagus nantinya bagi AS.

“Akan tetapi likuiditas US Dollar yang akan tertuju ke pusat keuangan dunia akan membuat likuiditas mata uang US Dollar mengering. Alhasil instrumen investasi di pasar keuangan AS tetap lebih menarik dan menjanjikan dibandingkan dengan emas,” tambahnya.

Oleh karena itu imbuh Gunawan, bila bahan bakar minyak (BBM) nantinya dinaikkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK, inflasi yang diyakini mendekati 2 digit, jangan diimbangi dengan berinvestasi di emas. Produk keuangan seperti deposito, reksadana maupun saham lebih menjanjikan dibandingkan emas untuk mengimbangi tingginya laju inflasi.

Bahkan menaikkan harga BBM nantinya justru bisa membuat harga emas terkoreksi semakin dalam. Karena ada tren penguatan mata uang rupiah nantinya. Diperkirakan rupiah bisa menguat di kisaran Rp11.700 bila BBM dinaikkan. Sementara itu secara bertahadap US Dollar akan menguat bila suku bunga Dollar dinaikkan. Sedangkan harga emas diperkirakan bisa turun ke kisaran US$1.000/ons troynya dari posisi US$1.165/ons troy.

“Dengan kondisi tersebut maka harga emas murni berpeluang turun di kisaran Rp385.000 per gram. Jadi berhati-hati dan bijaklah dalam berinvestasi,” pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kebakaran Toko Emas di Brayan, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Tambang Emas Martabe Fasilitasi Capacity Building LKMM
Kualitas Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe Memenuhi Baku Mutu
Tambang Emas Martabe Sumbang 100 Kantong Darah
Operasi Katarak Tambang Emas Martabe Selamatkan 525 Mata
Rumah Kue Bagasta Batangtoru Binaan KUBE dan Tambang Emas Martabe Dibuka
komentar
beritaTerbaru
hit tracker