Rabu, 29 April 2026

Rakyat Butuh Bantuan Permodalan dan Pelatihan

Sabtu, 02 November 2013 06:17 WIB
Rakyat Butuh Bantuan Permodalan dan Pelatihan
Ist
Direktur Eksekutif Sentra Monitoring Indonesia Abdul Thalib Siahaan ST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kesejahteraan turut menjadi salah satu kualifikasi terhadap keberhasilan seorang pemimpin dalam mengayomi masyarakatnya. Meskipun tidak mutlak namun faktor ekonomi kerap dijadikan garda terdepan bagi kesuksesan seorang pemimpin, baik dalam kepemimpinan rumah tangga secara pribadi, kepemimpinan organisasi maupun kepemimpinan seseorang sebagai kepala daerah maupun kepemimpinan sebagai kepala negara. 

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Sentra Monitoring Indonesia (SMI) Abdul Thalib Siahaan ST di Medan. Jumat (1/11/2013).
 
Menurut Abdul, pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang mampu menciptakan peningkatan ekonomi bagi rakyat yang dipimpinya. Jika sepanjang tahun kepemimpinan seseorang, yang sejahtera justru hanya kalangan penguasa dan pengusaha menengah keatas ini menunjukkan sebuah kegagalan besar dan terindikasi telah terjadi KKN diantara mereka. Karena sebagian besar kondisi masyarakat Indonesia berada pada posisi marginal, artinya sebagian besar bangsa Indonesia merupakan masyarakat miskin.
 
Sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan individu yang cerdas dan memiliki kemauan bekerja keras, ungkap Abdul. Karena itu, pemimpin yang baik dinegeri ini harus berupaya agar rakyatnya mendapatkan modal memutar ekonomi. Banyak pelaku ekonomi terutama yang beranjak dari pengusaha ekolem (ekonomi lemah) tidak dapat melakukan apresiasi ekonomi karena keterbatasan modal. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multi tehnik dan memiliki banyak kemampuan tapi tidak memilki modal.
 
“Sejak jaman kerajaan sampai sekarang ini Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat ahli di beberapa bidang termasuk jamu-jamuan, batik membatik, tenun menenun kain, home industry di berbagai bidang mulai dari membuat keripik nenas sampai pembuatan sepatu berkualitas dan teknologi pembangkit listrik tenaga air sungai. Berbagai keahlian tradisional spetakuler Bangsa Indonesia ini terkubur bersama cita-cita yang mengharap guyuran modal dari penguasa yang memimpin,” ujarnya prihatin.
 
Dikatakan Abdul, disamping pemodalan masyarakat menengah ke bawah juga sangat membutuhkan pelatihan-pelatihan dan pendidikan pangsa pasar. Modal yang memadai harus pula ditopang dengan ketrampilan guna menambah wawasan dan keahlian dalam mengelola usaha, terutama ketika berhadapan dengan persaingan ekonomi bebas maupun globalisasi ekonomi.
 
Pada umumnya, menurut aktivis sosial kemasyarakatan ini, masyarakat marginal mahir membuat produk namun kurang memahami dunia marketing (pemasaran). Melalui pelatihan-pelatihan ketrampilan dan pendidikan teori ekonomi kepada masyarakat golongan menengah kebawah diharapkan terjadi pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh di Indonesia.
 
Kesimpulannya, ujar Abdul, dengan bantuan permodalan dan pendidikan yang diupayakan seorang pemimpin akan tercipta lapangan kerja dimasyarakat dan pengusaha-pengusaha UMKM. Pemimpin yang baik, juga harus memilki kemampuan untuk membangkitkan ekonomi rakyatnya secara menyeluruh, terutama ekonomi masyarakat marginal, harapnya. (BS-023)

Tags
beritaTerkait
Bank Sumut Siap Fasilitasi Kredit Program Perumahan di Sumut, Targetkan Proses Hanya Tiga Hari
53 Sekolah Rakyat Segera Hadir, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Kurikulum
Presiden Prabowo Dorong Kebijakan Pro Rakyat di Sektor Perumahan, Fokus pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Ada Pesta Rakyat, Warga Simalungun Harapkan Aquabike Diadakan Lagi
Taman Literasi Wahana Pembinaan Olah Raga Masyarakat dan Permainan Rakyat
Walikota Bersama Masyarakat Saksikan Pesta Rakyat dalam Rangka Hari Jadi ke-153 Kota Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker