Senin, 20 April 2026

Fernanda Edianto, Karateka Muda Asal Medan Penular Prestasi

Sabtu, 13 Mei 2017 20:35 WIB
Fernanda Edianto, Karateka Muda Asal Medan Penular Prestasi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menjadi seorang atlet bukan hanya berakhir pada pencapaian kemenangan untuk diri sendiri, maupun berhasil membawa pulang segudang piala ataupun medali. Seorang atlet memiliki kebanggaan, ketika ia mampu berbagi ilmu dan kemampuannya kepada orang lain agar berprestasi sama atau melebihi dirinya. 
 
Sosok Fernanda Edianto, karateka muda berprestasi asal Medan, yang sedang menempuh pendidikan S-1 di Ilmu Komunikasi FISIP USU ini telah membuktikannya.
 
Pemuda kelahiran Jakarta 8 April 1998 ini adalah orang pertama yang berhasil menghadiahi Sumut dengan medali perunggu pada PON tahun lalu di kelas Kata Beregu. Prestasi ini mengukir sejarah bagi dunia karateka Sumut dalam pagelaran Olahrga terbesar di negeri ini. Selain PON, berbagai perlombaan baik nasional maupun internasional pernah ia ikuti dan mendulang prestasi yang membanggakan.
 
Kejuaraan Piala Pemerintah Dalam Negeri di Lampung tahun 2009 merupakan kejuaraan nasional pertamanya, dan ia berhasil meraih medali emas. Kemudian Kejuaraan Nasional Kapolri di Semarang tahun 2012 yang juga mendapat raihan medali emas. Untuk cakupan internasional, Nanda sapaan akrabnya meraih medali emas dalam kejuaraan Silent Knight Karate Championship Malaysia di tahun 2013, dan meraih medali perunggu pada kejuaraan yang sama di tahun 2014. 
 
Kemudian mendapatkan medali perunggu dalam Thailand Open Championship 2015 di kelas Kata Perorangan, kemudian ditahun 2016 di perlombaan yang sama berhasil mendapatkan medali emas dalam kategori Kata Beregu yang diikuti oleh berbagai negara di Asia maupun Eropa.
 
Mendapatkan berbagai prestasi yang sangat membanggakan di usia yang masih sangat muda tidak membuat dirinya menjadi puas. Ada rasa untuk berbagi pengalaman, ilmu maupun kemampuan kepada orang lain yang mulai timbul dalam dirinya. Awal tahun 2017 menjawab keinginannya, Nanda ditunjuk oleh pengurus IKANAS untuk melatih 7 orang karateka muda kategori usia dini hingga junior. Ia ditunjuk karena ia dianggap kompeten dan mampu menularkan prestasinya kepada anak asuhannya.
 
Melatih tujuh karateka muda yang usianya tak jauh beda dari dirinya, bukanlah hal yang mudah. Namun Nanda punya cara sendiri dalam mengajar, apapun ucapan yang ia lontarkan dalam latihan maka ia akan mempraktekkannya di depan anak asuhnya, itulah cara ia mengajar murid-muridnya. Namun ia tak melupakan menanamkan kepada ketujuh anak asuhnya untuk tahu cara menghargai orang lain, dan tidak memandang pelatih itu siapa sebagai kunci belajar dalam karate. Menanamkan nilai keseriusan, kedisiplinan dan melakukan dari hati tak luput dari perhatiannya dalam membentuk karateka–karateka muda yang mumpuni.
 
Selama tiga bulan Nanda menjadi pelatih, Kejuaran Nasional Kapolri di Semarang tahun 2017 menjadi keberhasilannya menjadi seorang pelatih muda. Dua anak asuhnya meraih medali emas di nomor Kata Perorangan Kadet Putra dan Putri. Hasil yang membang-gakan ini membuat ia memiliki harapan yang lebih bagi dirinya untuk mengembangkan dirinya menjadi karateka yang lebih baik lagi dan mampu mengharumkan nama Indonesia. Serta ia ingin terus berbagi ilmu dan pengalamannya kepada karateka–karateka lain dalam sebuah pusat pelatihan yang membentuk karateka–karateka berprestasi seperti dirinya dan karateka berprestasi lainnya.
 
Sosok Fernanda Edianto membuktikan bahwa usia muda adalah usia emas yang bukan hanya untuk mendulang prestasi sebanyak-banyaknya bagi diri sendiri, namun mampu menularkan prestasi kepada orang lain jauh lebih berarti dan membanggakan.(Ditulis:Yoga Kashogi)
 

Tags
beritaTerkait
Kampanyekan Hidup Sehat,   Kapolrestabes Medan Ajak Warga Rutin Olahraga
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet
Gubernur Sumut Tambah Bonus Atlet PON dan Peparnas 2024 hingga Tanggung Pajak Bonus
Terobosan IESPA untuk Majukan Olahraga Esports
PB FPI Sosialisasikan Olahraga Pickleball di Indonesia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker