Wisata

Tolak RUU Larangan Miras, Pelaku Pariwisata Samosir Surati Presiden Jokowi, DPR dan MPR RI


Tolak RUU Larangan Miras, Pelaku Pariwisata Samosir Surati Presiden Jokowi, DPR dan MPR RI
BERITASUMUT.COM/BS12

Beritasumut.com-Ratusan pelaku pariwisata di Kabupaten Samosir, provinsi Sumatera Utara mengaku kecewa kepada pemerintah pusat dan DPR-MPR RI atas rencana pembahasan RUU Pelarangan Minuman Keras (Miras) yang memasukkan tuak, sebagai salah satu jenis minuman keras.

"Kami dari komunitas pelaku pariwisata di Samosir saat ini sedang dalam proses melayangkan surat kepada Ketua DPR RI dan kepada Presiden Jokowi hingga kepada Ketua MPR RI. Isinya tegas menyatakan menolak RUU ini karena sangat memukul dunia pariwisata, secara khusus di Danau Toba," kata perwakilan pelaku pariwisata Samosir, Ombang Siboro kepada Beritasumut.com, Kamis (19/11/2020).

Dia menilai, RUU Miras tersebut telah mengingkari realitas masyarakat Batak yang lekat dengan kearifan lokal seperti Lapo Tuak berikut dengan berbagai tradisi budayanya. "Minuman keras, apalagi minuman tradisional tidak perlu di larang. Hanya perlu dikendalikan," tegasnya.

Selain itu, Ombang menilai aroma pembahasan RUU Pelarangan Miras ini jangan terkesan memaksakan kehendak dan hanya kepentingan kelompok semata, apalagi menyinggung budaya atau kesukuan. "Orang batak sudah tentu akan sangat tersinggung bila nantinya untuk minum tuak saja dilarang oleh negara, atau harus terlebih dahulu mengurus izin dari negaranya. Padahal tuak bagi orang batak adalah kearifan lokal," tambahnya.

Bagi orang batak, diakui Ombang, lapo tuak merupakan media sosial orang batak dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Bukan hanya suku batak, namun suku-suku lain di Indonesia juga memiliki minuman tradisional lokal sehingga RUU ini dikuatirkan akan mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat. (BS12)


Tag:danau tobaLapo TuakMinuman KerasRUU LaranganMirasWisata Samosir