Peristiwa

Hibur Anak Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berikan Gula-Gula


Hibur Anak Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Berikan Gula-Gula
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami menghibur anak-anak Perbatasan RI-PNG dengan membagikan permen atau biasa disebut gula-gula di Kampung Skouw Yambe Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto SH MHan, melalui siaran persnya, Kamis (21/01/2021) mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami itu merupakan bagian dari pembinaan Teritorial guna lebih dekat dengan rakyat. Salah satunya dengan cara membagikan gula-gula kepada anak-anak di Kampung Skouw Yambe.

“Upaya yang sangat baik karena kedekatan dan keceriaan anak-anak dengan Satgas itu tidak bisa dibuat-buat. Jika mereka senang dengan kehadiran kami, maka mereka akan mengekspresikan kegembiraan mereka, begitupun sebaliknya,” ungkap Mayor Anggun.

Selaku Komandan Pos Ramil Tami, Lettu Inf Warmu menyampaikan pernyataan Dansatgas bahwa anggotanya rutin membagikan gula-gula apabila hendak menuju Kampung. Baik dalam kegiatan patroli maupun anjangsana, anggotanya wajib membawa gula-gula.

“Hal tersebut sesuai dengan perintah Dansatgas, bahwa setiap Prajurit wajib mengantongi gula-gula apabila hendak menuju Kampung. Sehingga saat menjumpai anak-anak di Kampung, otomatis anggota langsung mengeluarkan gula-gulanya dari saku mereka,” tutur Lettu Warmu.

Ternyata kegiatan membagikan gula-gula yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami tersebut mendapatkan respon dari salah seorang warga di Kampung Skouw Yambe. Wilhelmus Rollo (34) mengatakan anaknya bernama Gloria Rollo (9) menunggu kedatangan Pos Satgas ke Kampung nya dan membagikan gula-gula kepadanya. “Anak saya sangat senang sekali apabila ada abang Satgas main ke Kampung, pulang ke rumah dia pasti membawa gula-gula yang dia terima dari abang-abang Satgas,” ucapnya. (Rel)


Tag:Kampung SkouwPerbatasan RI-PNGPerbatasan RI PNGSatgas PamtasTNI Papua