Pendidikan

Let’s Read The Asia Foundation Gelar Workshop Daring, Penerjemahan Cerita Anak ke dalam Bahasa Batak Toba


Let’s Read The Asia Foundation Gelar Workshop Daring, Penerjemahan Cerita Anak ke dalam Bahasa Batak Toba
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Let’s Read, aplikasi perpustakaan buku cerita anak yang memuat cerita khas anak-anak Asia menggelar workshop Penerjemahan Cerita Bergambar dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Batak Toba. Kegiatan yang digelar oleh platform dari The Asia Foundation ini diikuti oleh 50 relawan secara virtual melalui aplikasi Zoom, pada Kamis (05/11/2020).

Difasilitasi pendiri sekaligus editor Yayasan Litara, Eva Nukman serta Lektor Kepala Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Drs Warisman Sinaga MHum, para relawan tersebut bekerjasama dengan 10 editor untuk menerjemahkan 50 judul buku cerita anak dari koleksi Let’s Read. Termasuk buku Hala Na Godang, yakni cerita khas Batak yang berkisah tentang rasi bintang Orion serta Kado Spesial Ling yang mengusung tema keberagaman.

Dijadwalkan untuk dibuka oleh Deputy Country Representative dari The Asia Foundation Hana A Satriyo dan Dekan FIB USU Dr Budi Agustono MS, pelatihan ini berlangsung selama lima jam. Hadir sejumlah perwakilan dari Balai Bahasa Sumatra Utara, antara lain Lijen Pasaribu yang merupakan pakar dalam cerita rakyat dan Dr Tomson Sibarani SS MHum.

Marketing Coordinator untuk Let’s Read, Reza Putra melalui siaran persnya, Jumat (06/11/2020) mengatakan dalam pelatihan virtual tersebut Dr Tomson membahas urgensi penerbitan buku anak dalam bahasa Batak Toba dan peran buku digital dalam mengatasi akses buku anak berkualitas dengan muatan lokal. "Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kegemaran membaca anak Indonesia," ujarnya.

Reza menyebut, sebagaimana diketahui, anak yang hobi membaca akan memiliki modal life skill yang lebih baik, selain juga meningkatkan kemampuannya menyerap pelajaran di masa mereka bersekolah. "Pernyataan tersebut dikonfirmasi oleh hasii survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis Kemendikbud pada 3 Desember 2019 yang menyebutkan bahwa anak yang memiliki kesenangan membaca meraih skor 50 poin lebih tinggi," sambungnya.

Sebagai informasi, aplikasi Let’s Read telah diluncurkan di Indonesia pada September 2017 di International Indonesia Book Fair, Jakarta. Semua koleksi Let’s Read diterbitkan dalam lisensi Creative Commons sehingga dapat dibaca, diunduh, dan dicetak oleh siapa pun untuk kebutuhan nonkomersial. Ratusan koleksi Let’s Read tersedia dalam bahasa Indonesia dan empat bahasa daerah, Jawa, Sunda, Bali dan Minang, yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis Android dan situs letsreadasia.org. "Let’s Read adalah bagian dari program donasi buku The Asia Foundation, Books for Asia," jelas Reza.

Reza berharap, dengan adanya pelatihan penerjemahan ini, bahan bacaan anak berbahasa daerah atau bahasa ibu dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kegemaran membaca pada anak, dan diharapkan kemudian mempermudah anak untuk belajar bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.

"Perpustakaan digital Let’s Read akan terus menambah koleksi cerita dalam berbagai bahasa daerah demi mengatasi kelangkaan bahan bacaan anak berkonten lokal serta upaya melestarikan kekayaan bahasa lokal di Indonesia," pungkasnya. (BS02)


Tag:BBSUBalai BahasaBatak TobaCerita TerjemahanFIB USULets ReadTheAsia Foundation