Pendidikan

Kenalkan Manfaat Sayur Bagi Kesehatan Anak di Masa Pandemi, Dosen UMN Bimbing Guru Ibtidaiyah Bercocok Tanam Sawi


Kenalkan Manfaat Sayur Bagi Kesehatan Anak di Masa Pandemi, Dosen UMN Bimbing Guru Ibtidaiyah Bercocok Tanam Sawi
BERITASUMUT.COM/BS02

Beritasumut.com-Pandemi Covid-19 menjadi ancaman kesehatan dunia yang membutuhkan penanganan serius. Pecegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi. Berkenaan dengan pandemi, Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan menggagas kegiatan pengabdian bertema 'Pendampingan dan Pengenalan Bercocok Tanam Sayuran Sawi' untuk anak usia Sekolah Dasar sederajat (Madrasah Ibtidaiyah).

"Kegiatan bercocok tanam bagi anak usia sekolah dasar ini bertujuan memberi kesempatan pada anak untuk mengamati proses tumbuh dan berkembang suatu tanaman yang merupakan salah satu dari makhluk hidup yang harus kita rawat dan kita jaga. Anak akan belajar kesabaran, kedisiplinan, dan kasih sayang sesama mahluk hidup yang merupakan dasar dalam membangun karakter anak," ujar Ketua Tim Pengabdian Dosen UMN, Farida Yani SP MP kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Farida menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Program PKM ini bertujuan memberikan manfaat dan pengaruh positif terhadap proses kegiatan belajar mengajar. Telah dilaksanakan di MIS Nurus Salam, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (17/12/2020) lalu," sebutnya didampingi anggota Tim Dosen, Asnawi SPd MHum dan Ahmad Surya Irawan.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, lanjut Farida, sayuran sawi sangat bermanfaat dari sisi kesehatan dan ketahanan pangan di masyarakat. "Sayur sawi sebagai sumber antioksidan yang tinggi, mendukung fungsi hati, membantu menurunkan kolesterol dan mendukung kesehatan jantung. Dikemas dengan fitonutrien yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi memiliki Serat, Vitamin K Pembentuk Tulang, serta sumber nutrisi untuk meningkatkan kekebalan tubuh," jelasnya.

Dipaparkan Farida, pendampingan pengenalan bercocok tanam sayuran sawi pada anak di lingkungan sekolah harus dikenalkan sejak dini. "Karena membawa manfaat yang sangat baik untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan moral, nilai-nilai agama, fisik motorik, kognitif, bahasa dan seni juga sosial dan emosional anak," tegasnya.

Sementara itu, Kepala MIS Nurus Salam Henny Hanifah SPd MPd berharap sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan Tim Dosen UMN Al Washliyah ke depannya dapat diterapkan oleh para guru di MIS Nurus Salam. "Para guru MIS Nurus Salam sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Semoga apa yang dilakukan Tim Dosen UMN Al Washliyah ke depannya dapat diaplikasikan kepada murid-murid MIS Nurus Salam Deli Tua," tutupnya. (BS02)


Tag:COVID 19COVID-19Dosen UMNMIS NurusSalampengabdian masyarakatUniversitas MuslimNusantara