Senin, 20 April 2026

Ada Tambahan 2.202 Kasus Baru Covid-19, Ahli Prediksi Varian Omicron

Sabtu, 19 Februari 2022 09:00 WIB
Ada Tambahan 2.202 Kasus Baru Covid-19, Ahli Prediksi Varian Omicron
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mencatat angka penularan Covid-19 yang kian masif. Bahkan, berdasarkan data milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, pada Jumat (18/02/2022), kasus baru yang didapatkan mencapai 2.202 orang, sehingga total kasus keseluruhan yang diperoleh selama pandemi Covid-19 mencapai 120.077 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, 2.202 kasus baru itu merupakan laporan dari 29 Kabupaten/Kota. Jumlah kasus terbanyak kembali terjadi di Medan dengan 1.218 orang, diikuti Deliserdang 367 orang dan Pematangsiantar 102 orang.

"Empat Kabupaten/Kota yang dilaporkan tidak menambah kasus baru konfirmasi positif adalah Tapanuli Selatan, Pakpak Bharat, Nias Utara dan Nias Barat," ungkapnya.

Lebih lanjut Aris menyebutkan, untuk kasus sembuh, Sumut dilaporkan menambah 380 kasus baru dari 16 Kabupaten/Kota. Jumlah terbanyak ada di Kota Medan dengan 293 orang, diikuti Simalungun 18 orang, Deliserdang 17 orang dan Nias 13 orang.

"Untuk kasus kematian diperoleh empat kasus baru masing-masing tiga dari Deliserdang dan satu dari Pematangsiantar, sehingga total kasusnya menjadi 2.917 orang. Karenanya dari dara tersebut maka kasus aktif Covid-19 Sumut saat ini berjumlah 12.052 orang," pungkasnya.

Terpisah, Ahli kesehatan Sumut dr Delyuzar M.Ked (PA),Sp.PA(K) memprediksi, bahwa virus Covid-19 yang menyerang masyarakatsaat ini varian omicron(B.1.1.529).Dia berpendapat, hal ini lantaran penyebarannya yang terjadi belakangan begitu pesat dan cepat.

"Kalau melihat penyebarannya, ini kemungkinan varian omicron walau tidak semua dicek. Tapi untungnya, cukup banyak yang tidak bergejala," katanya kepada wartawan, kemarin.

[br] Oleh karena itu, Delyuzar berpendapat, dengan tingginya angka kasus yang didapatkan, kemudian adanya beberapa kabupaten/kota yang status PPKM nya dinaikkan menjadi level III, maka semua lapisan masyarakat dan pemerintahharus melakukan persiapan untuk mengantisipasi penyebarannya semakin meluas.

Selain itu, dia juga berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, karena puncaknya diprediksi terjadi pada akhir Februari, sehingga di bulan Maret nanti, secara perlahan kasusnya akan turun sesuai prediksipara ahli.

"Namun begitu, kita harus terus waspada karena kecepatannya (penularan) luar biasa. Tentunya dengan kembali menerapkan protokol kesehatan dan jangan menganggap remeh, meski gejalanya ringan. Sebab bagi masyarakat yang memiliki komorbit tetap beresiko," tandasnya.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Dinkes: Pertumbuhan RS Tingkatkan Kualitas Layanan
Dinas Kesehatan Sumut Bantu Balita Gizi Kurang di Medan Denai
Dinkes Sumut : Enam Kasus Kematian Akibat Rabies
Dinkes Minta Jemaah Haji Jaga Kebugaran, Perbanyak Minum dan Konsumsi Buah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker