Politik & Pemerintahan

Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea Jadi Negara Mitra, Sepakati Perkuat Kerjasama ASEAN di Bidang ketenagakerjaan



Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea Jadi Negara Mitra, Sepakati Perkuat Kerjasama ASEAN di Bidang ketenagakerjaan
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com -Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengungkapkan negara-negara ASEAN dan tiga negara mitra yakni Tiongkok (RRT), Jepang, dan Republik Korea, sepakat untuk meningkatkan kerjasama bidang ketenagakerjaan.

Kesepakatan peningkatan kerja sama ketenagakerjaan negara ASEAN dengan ketiga negara mitra tersebut mengemuka dalam pertemuan pejabat senior ASEAN bidang ketenagakerjaan ke-19 atau 19th Senior Labour Officials Meeting Plus Three (SLOM+3), secara hybrid virtual meeting di Jakarta, akhir pekan ini. "Dari diskusi pertemuan SLOM Plus Three tadi, Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea sangat terbuka sekali mengenai berbagai kesempatan untuk bekerja sama di bidang ketenagakerjaan," ujar Anwar Sanusi, dilansir dari Kemnaker.go.id, Minggu (12/09/2021).

Pertemuan pejabat senior ASEAN +3 ke-19 dengan tuan rumah Viet NAM tersebut dihadiri delegasi Tiongkok Hezu Ma, Hirashima Masakuni (Jepang) dan Kil Joon Noh (Republik Korea). Hezu Ma dalam pertemuan tersebut meminta agar ASEAN tetap memperkuat proyek kerja sama yang sudah berjalan seperti soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau ASEAN Occupational Safety and Health (ASEAN-OSHNET) di sektor industri. Penguatan kerja sama lainnya yakni soal pelayanan ketenagakerjaan yang menyangkut pasar kerja global dan kerja sama menghadapi pandemi dalam dunia kerja.

Baca Juga : Menaker Minta Anggota ASEAN Lindungi Pekerja Perempuan Selama Pandemi COVID-19

Anwar Sanusi menilai, Tiongkok merupakan salah satu negara yang berhasil menangani dan bertahan di masa pandemi, bahkan ekonominya tetap berkembang sangat pesat. "Kita harus belajar dari Tiongkok yang berhasil mengatasi pandemi," ujarnya.

Sedangkan delegasi Jepang, Hirashima Masakuni menginginkan kerja sama pengembangan kerangka kerja hubungan industrial yang baru, pengurangan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak di bidang pertanian, keterampilan industri untuk fase pertumbuhan inklusif tahap kedua dan peningkatan standar K3 di bidang konstruksi.

Sementara itu, Republik Korea melalui Kil Joon Noh juga mendukung berbagai kerja sama regional ketenagakerjaan dalam program berbagi pengetahuan penelitian peningkatan sistem pendidikan dan pelatihan Vokasi Petugas K3 di Cambodia, Laos, Myanmar dan Viet Nam (CLMV).

Anwar Sanusi menambahkan saat ini juga masih berlangsung kerja sama studi peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia ASEAN melalui Kurikulum Technical and Vocational Educational and Training (TVET) Responsif antara Republik Korea dengan Filipina, Thailand, dan Vietnam. "Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan momentum SLOM+3 ini untuk dua tahun ke depan sebaik-baiknya, untuk kemajuan ASEAN secara umum, dan kemajuan ketenagakerjaan di Indonesia," kata Anwar Sanusi.

Baca Juga : Kemnaker Tingkatkan Pelindungan Bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat

Kepala Biro Kerja sama Kemnaker, M Arief Hidayat mengatakan hasil pembahasan SLOM+3 ini akan dilaporkan dan diadopsi dalam pertemuan atau Forum ASEAN Labour Minister's Meeting Plus Three (ALMM+3) tahun depan. "Jadi ini sifatnya lebih mempererat kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan ASEAN +3," katanya. (BS09)


Tag: