Politik & Pemerintahan

Tahun 2017, Santunan Kecelakaan Naik Dua Kali Lipat



Tahun 2017, Santunan Kecelakaan Naik Dua Kali Lipat
BERITASUMUT.COM/IST
Kantor Jasa Raharja.
Beritasumut.com-Pada Tahun 2017 ini, PT Jasa Raharja menaikkan nilai santunan asuransi kecelakaan transportasi umum dan korban kecelakaan lalu lintas sebesar dua kali lipat, atau 100 persen dari jumlah santunan sebelumnya tanpa menaikkan iuran wajib dan sumbangan wajib.

 

Hal tersebut ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 dan 16 Tahun 2017 pada tanggal 13 Februari 2017 dan akan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 1 Juli 2017.

 

Peningkatan tersebut terjadi karena adanya perubahan pada faktor kebutuhan hidup dan inflasi, antara lain kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan. Selain itu, negara menganggap bahwa proyeksi keuangan yang disusun oleh PT Jasa Raharja menunjukkan ketahanan dana untuk memberikan kenaikan santunan, meski besaran iuran wajib dan sumbangan wajib tidak dinaikkan.

 

"Rasio kecukupan keuangan perusahaan saat ini yang memungkinkan adanya kenaikan jumlah santunan tanpa diikuti kenaikan iuran dan sumbangan wajib, yakni mencapai 600 persen. Sehingga jika dana klaim meningkat dua kali lipat tahun ini, hal tersebut tak menjadi masalah," tegas Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso dilansir dari laman resmi bumn.go.id, Senin (20/02/2017).

 

Selain peningkatan nilai santunan, Jasa Raharja juga memberikan manfaat baru berupa penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan penggantian biaya ambulans. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang menolong orang yang mengalami kecelakaan mendapatkan kepastian penggantian dana jika membawa korban ke rumah sakit menggunakan dananya terlebih dahulu.

 

Berikut perubahan besar santunan dana kecelakaan lalu lintas jalan sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 15 dan 16 Tahun 2017

1. Santunan meninggal dunia (ahli waris). Ketentuan lama Rp 25 juta, ketentuan baru Rp 50 juta.

2. Santunan cacat tetap (berdasarkan persentase tertentu, maksimal). Ketentuan lama Rp 25 juta, ketentuan baru Rp 50 juta.

3. Santunan biaya perawatan luka-luka (maksimal). Ketentuan lama Rp 10 juta, ketentuan baru Rp 20 juta.

4. Manfaat tambahan (baru). Ketentuan lama tidak ada, ketentuan baru ada penggantian biaya P3K (maksimal) Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans (maksimal) Rp 500 ribu.

5. Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris). Ketentuan lama Rp 2 juta, ketentuan baru Rp 4 juta. (BS02)


Tag: