Politik & Pemerintahan

Sutrisno Pangaribuan Tak Gentar Bersaing dengan Caleg Bertabur APK



Sutrisno Pangaribuan Tak Gentar Bersaing dengan Caleg Bertabur APK
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Meskipun banyai Calon Legislatif (Caleg) yang memanfaat wilayah abu-abu terkait aturan penggunaan alat peraga kampanye (APK) namun lain halnya bagi Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan. Anggota dewan yang akan kembali bersaing pada Pileg 2019 dari Dapil 7 yang meliputi Tapsel, Madina, Paluta dan Palas lebih memilih untuk memposisikan dirinya sebagai Caleg yang sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) bukan sebagai peserta Pemilu.

 

"Sesuai PKPU No 23/2018, peserta pemilu itu adalah Partai Politik, Capres/Cawapres dan DPD RI. Jadi saya caleg seperti saya ini dilarang menggunakan APK. Dan saya ikuti aturan tersebut. Yang boleh itu bahan kampanye seperti kartu nama, kalender atau selebaran. Sayangnya itupun belum saya buat hingga saat ini,"ujar Sutrisno kepada wartawan sambil tersenyum saat dijumpai di DPRD Sumut, Selasa (27/11/2018).

 

Sikap tersebut lanjut Sutrisno merupakan wujud keinginan dirinya untuk taat aturan sekaligus bentuk mengedukasi kepada masyarakat.Politisi yang dikenal cukup vokal ini juga mengaku tak khawatir kalau dirinya akan tergilas oleh para caleg yang gencar memanfaatkan APK maupun bahan kampanye."Ngapain kita takut. Kita harus memberi contoh kalau kita taat aturan sekaligus mendidik. Kalau soal keterpilihan kita serahkan kepada masyarakat. Selama ini kita bekerja sebagai wakil mereka di DPRD Sumut biar masyarakat yang menilainya," ujar Sutrisno.

 

Lebih lanjut dikatakan Sutrisno, meskipun keberadaan APK dan bahan kampanye dapat membantu caleg dalam mesosialisasikan dirinya namun hal tersebut bukan menjadi alasan utama masyarakat menentukan pilihannya. Oleh karenanya Sutrisno mengaku kalau dirinya bukan masuk dalam golongan Caleg yang jor-joran mensosialisasikan dirinya lewat Baliho, Spanduk ataupun Branding Mobil.

 

"Seharusnya memang posisi incumbent ini sudah memiliki modal yang cukup untuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Tentu syaratnya memang selama menjadi anggota dewan bekerja sungguh-sungguh berbuat untuk rakyat. Bukan saat mau kampanye saja tebar janji, tapi setelah itu lupa. Makanya saya katakan saya tak takut bersaing dengan caleg-caleg yang saat masa kampanye ini spanduknya bertebaran. Saya yakin masyarakat kita cukup pintar memilih wakilnya di Dewan,"ujarnya.

 

Terpisah Koordinator Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga (Humas&Hubal) Bawaslu Sumut, Marwan tidak membantah prihal abu-abunya wilayah aturan terkait penggunaan APK bagi Caleg. Satu sisi lanjut Marwan, PKPU meenyatakan kalau kalau peserta pemilu adalah Capres/cawapres, Partai Politik dan DPD RI dan tidak menyertakan Caleg. Namun disisi lain berkembang penafsiran kalau Caleg merupakan bagian dari partai politik.

 

"Makanya kedepan kita harus rapat untuk menyamakan persepsi dengan KPU dan Partai Politik terkait hal ini. Karena jujur kita juga tak bisa melakukan pengawasan di lapangan kalau kondisinya masih abu-abu. Memang kalau sesuai yang tertulis dalam PKPU caleg yang mengkampanyekan dirinya lewat Baliho, spanduk atau Branding Mobil itu salah. Tapi kita juga kan tidak bisa serta merta mengatakan itu salah kalau belum ada kesepahaman bersama soal penafsiran dari aturan yang ada,"pungkasnya.(BS03)

 


Tag: