Politik & Pemerintahan

Forum Ekonomi Politik Didik J. Rachbini Kaji Pandemi dan Kebijakan Pemerintah : Evaluasi 2021”



Forum Ekonomi Politik Didik J. Rachbini Kaji Pandemi dan Kebijakan Pemerintah : Evaluasi 2021”
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Pandemi covid 19 yang merebak pada 2020 mengagetkan semua pihak. Disayangkan, ketika itu terjadi “denial” dari respon pemerintah. Akibatnya suasana diskursus publik kacau dan tidak menemukan ke mana arah penanggulangan pandemi oleh pemerintah. Demikian disampaikan Prof. Didik J. Rachbini pada Forum Ekonomi Politik Didik J. Rachbini bertajuk “Pandemi dan Kebijakan Pemerintah: Evaluasi 2021” yang digelar melalui Twitter Space, kemarin.

Didik menyoroti terjadinya keributan dengan banyaknya kritik terhadap Menteri Kesehatan waktu itu sehingga terjadi pergantian menteri. “Puncaknya, pada Juli-Agustus 2021 kemarin, banyak sekali korban pandemi yang wafat. "Survei Djayadi Hanan di Paramadina, menemukan ada 10% dari total penduduk (20-25 juta penduduk) yang terkena dampak pandemi. Itu angka real tetapi yang tercatat tidak sebanyak itu yakni hanya 4 juta jiwa,” katanya melalui siaran pers, Kamis (25/11/2021).

Dia mengungkapkan bahwa setelah pergantian menteri saat ini pandemi menjadi terkendali. “Tentu kita harus beri apresiasi kepada pejabat dan kebijakan yang sukses.” Katanya. Didik menyebut, hal paling kentara terdampak di dalam negeri adalah sektor fiskal. “Terjadi proses pengambilan keputusan yang tidak menentu. Ada semacam “Politik Perbanditan” karena semula pada 2020 direncanakan obligasi sejumlah Rp650 triliun untuk membayar pokok dan bunga utang serta operasi pembangunan. Lalu ketika terjadi pandemi tiba-tiba anggaran diubah menjadi Rp1220 triliun. Namun realisasinya sekarang menjadi Rp1500 triliun. Kiranya hal itu menjadi cukup berat bagi presiden mendatan,” sambungnya.

Baca Juga : Anton Aliabbas Kaji Keamanan Domestik dan PR untuk Panglima TNI Baru Andika Perkasa

Sementara Ekonom Senior, Dr. Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa ketika Covid-19 datang, tidak ada negara yang siap menghadapinya. “Tetapi setelah berjalan hampir dua tahun, telah bisa dibuat potret atau gambaran tentang apa yang terjadi jika dilihat dari berbagai perspektif. Namun betul, semua itu erat kaitannya dengan kebijakan atau respon pemerintah,” ungkapnya.


Tag: