Politik & Pemerintahan

Dewan Curigai Ijin AMDAL, UKL-UPL PT CML Tak Sesuai Dengan Kondisi di Lapangan



Dewan Curigai Ijin AMDAL, UKL-UPL PT CML Tak Sesuai Dengan Kondisi di Lapangan
BERITASUMUT.COM/BS03
Sutrisno Pangaribuan, Anggota DPRD Sumut
Beritasumut.com-Anggota DPRD Sumut mencurigai bahwa Ijin AMDAL, UKL-UPL PT Cipta Mabelindo (CML) tidak sesuai dengan kondisi di Lapangan. Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, usai memimpin Rapat Dengar pendapat (RDP) bersama masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, dan Dinas Lingkungan Hidup Pemprovsu di ruang Komisi D DPRD Sumut, Selasa (21/08/2018).

 

Kecurigaan ini disampaikan Sutrisno setelah mendengarkan keterangan masyarakat di sekitar Pabrik yang mengaku sudah belasan tahun resah dengan pencemaran udara yang ditimbulkan dari pabrik mebel tersebut. Bahkan masyarakat yang memberikan keterangan dalam RDP tersebut turut membawa bukti rekaman video dan juga serbuk serta abu kayu dari limbah perusahaan mebel yang setiap hari berterbangan ke pemukiman warga sekitar Dusun 8 Komplek Darma Deli Desa Tanjung Selamat, Percut Seituan, Deli Serdang.

 

"Kecurigaan kita juga bahwa hari ini pihak perusahaan bersangkutan tidak memenuhi undangan kita. Ini kita anggap ini bentuk pelecehan lembaga kita. Padahal kalau mereka hadir tentu akan lebih baik dimintai keterangannnya sehingga persoalannya lebih jelas dan ada kesimpulan yang bisa ambil dari rapat ini," ujar Sutrisno.

 

Meskipun belum adanya kesimpulan yang dapat diambil dari persoalan yang dilaporkan warga, Sutrisno pun menegaskan kalau pihaknya akan mengagendakan untuk turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. "Kita akan mengagendakan peninjauan langsung ke lokasi. Soal waktunya belum bisa kita sampaikan karena kita tidak ingin kalau kehadiran kita nanti diketahui sehingga adanya persiapan yang dilakukan pihak pengusaha untuk menutupi-menutupi kondisi sebenarnya," tegas Sutrisno.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sutrisno juga mengatakan bahwa meskipun ijin Amdal, UKL-UPL dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kota, namun Dinas Lingkungan Hidup Pemprovsu tidak sertamerta tutup mata atas kondisi yang terjadi. Dinas Lingkungan Hidup Sumut tentu harus menjalankan fungsi pembinaannya sebagai perpanjangtangan Pemerintah Pusat terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kota.

 

Sebelumnya dalam RDP, Kasi Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang Saur M Pangaribuan menjelaskan bahwa PT CML telah mengantungi ijin Amdal, UKL-UPL. Selain itu juga berdasarkan hasil laboraturium didapat bahwa polusi udara dari limbah produksi PT CML masih di bawah ambang batas. Hal ini berbeda dengan pengakuan masyarakat di sekitar lingkungan pabrik yang mengaku resah dengan limbah berupa debu dan serbuk kayu yang setiap hari mereka rasakan. "Kalau pagi hingga sore hari tak berani kita buka pintu rumah atau jendela karena di teras-teras rumah kita sudah penuh debu dan serbuk kayu. Itulah contoh yang kami bawa hari ini sebagai bukti dalam rapat tadi," kata Sucipto, didampingi Tengku Azwari perwakilan masyarakat.

 

Dijelaskan Sucipto saat pabrik beroperasi yakni diantara jam 08-00 hingga 18.00 wib di sekitar rumah warga seperti hujan salju yang tak lain merupakan meterial debu dan serbuk kayu. "Kalau dibilang tak merusak kesehatan bohong. Mana mungkin abu dan serbuk kayu itu tak berdampak kepada kesehatan. Yang jelas setiap hari kita harus menyapu teras dan juga jemuran pakaian kita lengket semua debu kayu itu. Makanya kita berharap wakil rakyat dapat memperjuangkan keresahan kita ini," harapnya. (BS03)


Tag: