Peristiwa

Warga Jalan H Anif Kampung Kompak Tolak Ganti Rugi dan Penggusuran



Warga Jalan H Anif Kampung Kompak Tolak Ganti Rugi dan Penggusuran
beritasumut.com/BS06

beritasumut.com - Ratusan warga Kampung Kompak, Jalan H. Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang , Sumatera Utara (Sumut) bersatu menolak keras terhadap ganti rugi yang akan dilakukan oleh pengembang serta membantah adanya kabar yang menyatakan bahwa warga kampung menerima ganti rugi ataupun relokasi.

"Kami warga Kampung Kompak tidak akan memberikan ataupun menjual tanah kami kepada pengembang dan preman-preman serta para mafia tanah. Kami akan tetap tinggal dan mempertahankan tanah kami ini sampai titik darah penghabisan," ucap Bambang Sumantri, mewakili warga Kampung Kompak yang melakukan aksi unjuk rasa damai di Jalan H Anif Medan, Senin (20/5/2024) sore.

Ada kabar yang menyebutkan Kepala Desa (Kades) Sampali mengundang warga Kampung Kompak untuk menerima relokasi ataupun ganti rugi dari pengembang. "Kami warga Kampung Kompak tidak pernah menghadiri pertemuan tersebut, dan warga yang menghadiri itu bukanlah warga Kampung Kompak. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa tanah kami ini tidak akan kami jual sama siapapun. Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini dan menolak digusur," sambungnya.

Salah seorang warga bernama M Nababan juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melindungi dan memberikan kenyamanan kepada warga Kampung Kompak atas penyerangan ataupun teror yang masih dilakukan oleh para preman-preman dan mafia tanah guna menyerobot tanah warga Kampung Kompak.

"Kami mohon kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kapoldasu, Kapolrestabes Medan, Kapolsek Medan Tembung, PLT Gubernur Sumut dan PLT Bupati Deli Serdang , agar kami dilindungi dari ancaman ataupun intimidasi oleh mafia tanah. Kami ini warga miskin/susah pak, kami sudah puluhan tahun tinggal di Kampung Kompak ini," sebut warga bermarga Nababan.

"Bila ada orang-orang yang mengatasnamakan warga Kampung Kompak yang rela menjual atau memberikan tanah kampung kompak kepada preman-preman dan mafia tanah serta pengembang mereka itu bukanlah warga Kampung Kompak melainkan para penyerobot tanah kami dan kami tidak mengenal mereka," tegasnya.


Tag: