Peristiwa

Usulan Pembangunan Tol Medan-Berastagi Disambut Baik Kementerian PUPR



Usulan Pembangunan Tol Medan-Berastagi Disambut Baik Kementerian PUPR
BERITASUMUT.COM/BS03
Tim Kunker Komisi D DPRD Sumut saat berkunjung ke Kementerian PUPR
Beritasumut.com-Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktur Jaringan Jalan Kemen-PUPR, Arief Kamal menyambut baik usulan pembangunan akses Jalan Tol Medan-Berastagi yang disampaikan Komisi D DPRD Sumut, Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) dan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN). Respon positif ini pun akan ditindaklanjuti Kementerian PUPR yang berencana melakukan kajian ulang agar nantinya dapat dianggarkan pada APBN 2020. Hal ini dikatakan Ketua Komisi D DPRD Sumut Ari Wibowo (Gerindra) kepada wartawan melalui telepon dari Jakarta, Kamis (15/11/2018). 

 

"Pada prinsipnya Kemen PUPR setuju usulan pembangunan Tol Medan-Berastagi dan akan dikaji ulang. Itu yang dijanjikan Direktur Jaringan Jalan Kemen-PUPR Arief Kamal kepada kami," ujar Ari Wibowo yang hadir bersama Sekretaris Komisi D Sutrisno Pangaribuan (PDI-P), dan anggota Komisi D diantaranya Baskami Ginting (PDI-P), Leonard S Samosir (Golkar), dan Darwin (Hanura) dalam kunjungan kerja (Kunker) ke kemen PUPR. Selain dari ICK Sumut hadir Prof Dr Ing Johannes Tarigan, Kepala BBPJN Wil-II Jakarsih.

 

Ditambahkan Sutrisno, Kemen-PUPR melalui Direktur jaringan jalan Arie Kamal akan melakukan kajian guna dianggarkan pada APBN dan berharap ada investor yang akan membiayainya. Karena diperkirakan untuk membangun jalan tol sepanjang 43 Km bisa mencapai Rp4,4 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan yang bisa mencapai Rp2,6 triliun, sehingga total investasi dibutuhkan Rp7 triliun. 

 

"Solusi jangka pendek yang perlu dilakukan, kata Sutrisno, bahu jalan akan ditata dengan pengerasan dengan semen ataupun aspal guna menambah lebar jalan. Bagi ruas jalan yang rawan seperti di lokasi PDAM Tirtanadi Sibolangit, dibutuhkan kajian segera untuk menambah diameter tikungan sekitar 120 meter, sehingga tikungan tidak terlalu patah. Namun dibutuhkan koordinasi, karena akan memakan lahan PDAM Tirtanadi dan sebagian hutan lindung," ujarnya.

 

Sejauh ini, lanjut Sutrisno yang sudah dialokasikan untuk penanganan ruas jalan Medan-Berastagi adalah penataan bahu jalan kiri dan kanan untuk menambah lebar jalan, sehingga arus lalu lintas lebih lancar. Sedangkan untuk solusi lain, pihak BBPJN Wilyah II Sumatera dan Dinas BMBK Provsu akan melakukan kajian segera. "Komisi D akan terus mengawal seluruh proses, sehingga seluruh proses dapat berjalan cepat," ujarnya.

 

Sementara itu, Baskami Ginting mengatakan kalau pembangunan jalan tol Medan-Berastagi harus terus diperjuangkan karena merupakan salah satu akses utama transportasi menghubungkan Kabupaten Kota di Provinsi Sumut. Apalagi jalan Medan-Berastagi diketahui selama ini kerab lonsor dan ketika terjadi kecelakaan membuat kemacetan. Kondisi ini tentunya tidak hanya mengganggu arus lalulintas tapi juga berdampak kepada perekonomian masyarakat. "Karenanya dampak positif dari program pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut sangat banyak dan tidak hanya digunakan sebagai akses Medan ke beberapa kabupaten di Sumut, tapi dapat menunjang kepariwisataan Karo dan beberapa kabupaten khususnya kawasan destinasi wisata Danau Toba," pungkasnya. (BS03)


Tag: