Peristiwa

Tiga Tokoh Separatis Ditembak Mati di Simalungun



Tiga Tokoh Separatis Ditembak Mati di Simalungun
Ist

Simalungun, (beritasumut.com) Setelah melakukan pengejaran selama empat bulan, Brigade Infantri (Brigif) Rimba Raya akhirnya berhasil menangkap tiga tokoh separatis bersenjata yang melarikan diri dan bersembunyi dikawasan Hutan Bohuan, Desa Dolok Merawan, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.

Ketiga tokoh separatis terpaksa dilumpuhkan setelah melakukan perlawanan ketika personil TNI melakukan pengejaran untuk menangkap ketiganya. Selain itu Prajurit TNI juga berhasil menahan separatis lainnya yang berjumlah 1050 orang.

Komandan Brigade Tim Pertempuran (BTP) sekaligus Komandan Brigif Rimba Raya Kolonel Sachwono kepada wartawan di Simalungun, Jumat (29/11/2013) kemarin menjelaskan, aksi penyerbuan dan penangkapan dilakukan oleh personil TNI dari Brigif Rimba Raya dibantu oleh kavaleri, zipur, arteleri, polisi militer, pendam, kesehatan dan bekang Kodam I/BB ini merupakan drama suatu latihan perang menghancurkan separatis bersenjata yang membuat keresahan, menghambat perekonomian dan keselamatan masyarakat di Simalungun.

 

Ini merupakan latihan untuk menilai tingkat kemampuan satuan bila dihadapkan dengan kemungkinan terjadinya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan di wilayah ini. Guna memelihara kesiapan itulah, secara institusional kegiatan latihan seperti ini merupakan upaya nyata, dalam rangka mempersiapkan diri maupun satuan untuk menjawab setiap tantangan tugas. 

Namun kita harus yakin bahwa tugas tersebut akan dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, apabila kita menyadari secara sungguh-sungguh bahwa latihan adalah suatu kebutuhan pokok bagi setiap prajurit, ujarnya.

Dilanjutkannya, dalam skenario ini pihaknya mendapatkan perintah langsung dari Pangdam I/BB untuk melakukan pembersihan terhadap separatis bersenjata dikawasan Simalungun yang sangat meresahkan. Kemudian pihaknya dibantu oleh satuan tempur dari Kodam I/BB, langsung melakukan perencanaan selama empat bulan. perencanaan tersebut untuk ada beberapa tahapan termasuk melakukan penyamaran terhadap grup separatis yang membaur dengan masyarakat.

Untuk itulah setelah dilakukan pemisahan kemudian kelompok separatis ini pun mulai terdesak dan berupaya kabur ke dalam hutan dikawasan Simalungun. Dalam upaya pembersihan ini terjadi perlawanan serius sehingga pihak Brigif sangat berhati-hati dalam melakukan pengejaran serta menjaring informasi. Begitu mengetahui tokoh separatis telah terdesak maka dibantu dengan satuan penerbang melakukan pengejaran ke hutan yang berada disisi tebing perbukitan di Simalungun.

Setelah para separatis berhasil dilumpuhkan pihak personil TNI terus melakukan penyisiran dan meminta agar warga kembali melakukan aktifitas seperti biasa. 

Latihan perang ini disaksikan langsung Danko Diklat TNI AD Letjen Lodewijk F Paulus, Kasdam I/BB Brigjen Anggodo, Kapendam I/BB Kolonel Halilintar, Danrem, Dandim dan Pejabat Kodam I/BB lainnya serta Kapolres Simalungun. (BS-021)


Tag: