Peristiwa

Terkait Penahanan Mahasiswa di Aksi Mayday, KontraS Sumut Kritisi Penanganan Massa Kepolisian



Terkait Penahanan Mahasiswa di Aksi Mayday, KontraS Sumut Kritisi Penanganan Massa Kepolisian
BERITASUMUT.COM/IST
Ali menuturkan, sekalipun kepolisian punya aturan internal semacam PERKAP 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan, PERKAP 8 Tahun 2009 tentang Prinsip dan Standar Implementasi HAM dalam kerja-kerja kepolisian, hingga PERKAP 16 Tahun 2006 Tentang Pengendalian Massa, tetap saja dilapangan prakteknya masih jauh dari harapan.

"Model pengamanan semacam itu diperparah dengan penggunaan kekuatan berlebihan. Dari keterangan yang kami himpun, 2 orang massa aksi dilepaskan dengan kondisi luka, diduga kuat mendapat praktek kekerasan. Ini kan keterlaluan," katanya.

Oleh karena itu, terkait dugaan kekerasan, Ali mendorong para korban untuk segera melaporkan hal tersebut. Secara kelembagaan, KontraS maupun organisasi masyarakat sipil lain siap mendampingi para korban kekerasan untuk mencari keadilan.

Baca Juga : Peringatan Hari Buruh di Kota Medan Ditandai dengan Vaksinasi Covid-19 untuk Para Buruh

"Sebanyak 11 dari 14 orang yang ditangkap sudah dilepaskan setelah dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam. Dari 11 yang sudah dilepas itu, 2 menderita luka dibagian kepala, sedangkan 3 orang masih berada dalam tahanan karena terjerat kasus berbeda, yakni soal narkotika," paparnya.

Selain itu Ali menambahkan, penggunaan kekuatan berlebihan juga terlihat pada proses pengamanan aksi AKBAR SUMUT. Massa aksi yang jumlahnya hanya puluhan orang dikawal mobil pemburu preman, water cannon dan kendaraan kepolisian lain yang posisinya ditempatkan persis menutupi massa aksi yang sedang berorasi di Bundaran SIB.


Tag: