Peristiwa

Tahun Baru Imlek, Kesempatan Keluarga Berkumpul di Rumah



Tahun Baru Imlek, Kesempatan Keluarga Berkumpul di Rumah
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Sebentar lagi warga etnis keturunan Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Bagi mereka perayaan Tahun Baru Imlek ini sangat penting karena memiliki makna budaya dan sejarah.

Karena itu, warga etnis keturunan Tionghoa telah melakukan berbagai persiapan menyambut datangnya Tahun Baru Imlek. Mereka menghiasi rumah dengan dekorasi lampion berwarna merah yang sudah ada sejak lama. Begitu juga di vihara-vihara. Konon katanya merah ini menunjukkan kesucian.

Tokoh masyarakat Tionghoa Chandra Ali Fuddin menyampaikan bahwa Tahun Baru Imlek dirayakan sejak berabad-abad silam. "Perayaan Tahun Baru ini sudah ada sejak zaman dahulu dan memiliki makna bagi masyarakat Tionghoa," ujarnya.

Makna imlek paling utama menurut pendapatnya untuk mengingat nenek moyang. Selain itu hubungan family atau keluarga semua bisa berkumpul beserta teman-teman.

"Dengan perayaan Tahun Baru Imlek ini kesempatan bagi generasi berbeda dalam keluarga untuk bersatu kembali dan menghabiskan waktu bersama serta bisa sembahyang bersama di vihara," terangnya, didampingi A Bun dan A Sien.

Dia mengatakan, Perayaan Tahun Baru Imlek sekarang ini sangat berbeda sejak resmi menjadi hari libur di Indonesia pada tahun 1999.

Dulu, sebelum dicabut Keppres, yang paling merasakan anak-anak sekolah. Karena tidak dapat libur dan berkumpul bersama keluarga saat perayaan Tahun Baru Imlek. Mereka sibuk bersekolah.

Namun setelah ditetapkan menjadi libur Nasional, kini merayakan Tahun Baru Imlek menjadi lebih mudah dan para generasi penerus lebih santai berkumpul dengan keluarga serta benar-benar merasakan perayaan Tahun Baru Imlek.

"Sekarang ini kita bisa berkumpul dengan anak-anak seoptimal mungkin untuk membangun kehangatan dan kebersamaan keluarga di rumah," ujar Chandra.


Tag: